Breaking News:

Pemilu 2024

Bawaslu Palu Gandeng 8 Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan Tingkatkan Pengawasan Pemilu

Acara itu dirangkaikan dengan sosialisasi Bawaslu Palu tentang pemilu partisipatif dengan melibatkan 60 peserta dari mahasiswa

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Badan Pengawas Pemilihan Umum alias Bawaslu Palu menggelar penandatanganan nota kesepahaman bersama organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kota Palu, Senin (15/8/2022). Penandatanganan MoU Bawaslu Palu dengan orhanisasi kepemudaan itu berlangsung di Kampung Nelayan Resto, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Pengawas Pemilihan Umum alias Bawaslu Palu menggelar penandatanganan nota kesepahaman bersama organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kota Palu, Senin (15/8/2022).

Penandatanganan MoU Bawaslu Palu dengan orhanisasi kepemudaan itu berlangsung di Kampung Nelayan Resto, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Acara itu dirangkaikan dengan sosialisasi Bawaslu Palu tentang pemilu partisipatif dengan melibatkan 60 peserta dari mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat dan media.

Ketua Bawaslu Palu Ivan Yudharta mengatakan, kerja sama ini menjadi tahap awal guna meningkatkan pengawasan jelang Pemilu 2024.

Baca juga: 60 Peserta dari Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan di Palu Ikuti Sosialisasi Pemilu Partisipatif

Selain mahasiswa dan pemuda, pihaknya rencana turut menggandeng organisasi wartawan di Kota Palu.

"Ini kan masih tahap awal. Rencana berikutnya kami akan mengundang lagi beberapa organisasi masyarakat dan wartawan," ujar Ivan.

Dalam tahap awal tersebut, terdapat 8 organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Palu menjalin kerja sama dengan Bawaslu Palu.

Diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), GP Ansor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Sapma Pemuda Pancasila.

Ivan menuturkan, peran masyarakat termasuk mahasiswa menjadi penting ikut mengawasi pelaksanaan pemilu serentak 2024.

Sebagai agent of change, ia berharap mahasiswa nantinya dapat memberikan masukan kepada Bawaslu sebagai lembaga pengawas pesta demokrasi.

"Mahasiswa ini kan agent of change, kami butuh masukan mereka. Ketika mereka kembali ke daerah masing-masing, mereka sudah mengetahui fungsi Bawaslu termasuk cara melapor menganai potensi permasalahan pemilu," ucap Ivan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved