Palu Hari Ini

Wawali Palu Dengar Arahan Mentri Dalam Negeri soal Pengendalian Inflasi

Wali Kota Palu diwakili Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido bersama unsur Forkopimda Kota Palu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) oleh Mentri Dalam

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Wali Kota Palu diwakili Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido bersama unsur Forkopimda Kota Palu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) oleh Menteri Dalam Negeri 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu diwakili Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido bersama unsur Forkopimda Kota Palu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) oleh Mentri Dalam Negeri.

Rakor itu terkait singkronisasi program pengendalian inflasi daerah, dalam upaya mengantisipasi terjadinya inflasi di Indonesia.

Bertempat di ruang rapat Bappeda, yang digelar secara virtual, Rabu (31/8/2022) pagi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang turut diikuti oleh seluruh pejabat vertikal di daerah dan kepala daerah se Indonesia melalui zoom meeting.

Dalam Rakor itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan sebagaimana arahan Presiden RI, dalam menangani inflasi di tanah air, diperlukan upaya dan langkah antisipasipatif bersama.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Kamis 1 September 2022, BMKG: Sulteng Waspada Hujan Petir & Angin

Agar stabilitas ekonomi di Indonesia dapat dipertahankan, di tengah ancaman inflasi global.

Tito Karnavian mengatakan, tekanan perekonomian global semakin meningkat, bahkan banyak negara mengalami hyper inflasi.

Sehingga menganggu sistem perekonomian yang membuat efek domino di negara mereka.

Yaitu terjadinya krisis sosial, angka pengangguran meningkat, lonjakan harga kebutuhan pokok, krisis keamanan dan bahkan krisis politik.

“Tentunya kita tidak ingin dampak efek domino ini terjadi di Indonesia, karena apabila terjadi, maka krisis krusial keamanan dan politik akan membuat negara kita menjadi mundur,” katanya.

Ia menerangkan, selain akibat dampak pandemi Covid 19 yang masih ada, inflasi global ini juga imbas dari terus berlanjutnya perang di Ukraina-Rusia.

Sehingga membuat tekanan inflasi global terjadi termasuk juga Indonesia ikut menerima dampak itu.

Namun demikian, Pemerintah Indonesia terus bergerak dan merespons krisis global dengan lebih agresif memberikan subsidi akibat kenaikan harga energi dunia, 3 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya 152.5 triliun kini meningkat menjadi Rp 502.4 triliun.

Karena itu, Ia mengajak semua elemen pemerintahan di daerah untuk ikut sama-sama mengawasi dan menjaga, agar inflasi tidak terkendali tidak terjadi. Karena inflasi nasional itu terjadi berdasarkan kontribusi kerja dari pemerintah daerah. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved