Sulteng Hari Ini

Harga BBM Naik, Ekonom Untad Imbau Pemda Tak Bergantung Bantuan dari Pusat

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax, Sabtu (3/9/2022).

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Ekonom Untad Moh Ahlis Djirimu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax, Sabtu (3/9/2022).

Namun sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat guna mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Bantuan sebesar Rp 24,17 triliun diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu, serta subsidi untuk ojek hingga nelayan.

Menanggapi hal itu, Ekonom Universitas Tadulako (Untad) Moh Ahlis Djirimu menilai bansos menjadi upaya mempertahankan daya beli masyarakat.

Akan tetapi, menurutnya pemerintah daerah (pemda) jangan hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat.

"Sudah banyak program bantuan yang diluncurkan pemerintahan Jokowi. Tetapi bantuan-bantuan ini patut diikuti oleh kebijakan yang sinergi dengan daerah. Jadi provisi dan kabupaten/kota jangan hanya meminta kepada pusat," ujar Ahlis.

Di Sulawesi Tengah, Ahlis mencontohkan adanya kebijakan penyanggah harga di Kabupaten Buol.

Wilayah paling utara di Sulawesi Tengah (Sulteng) itu memiliki komoditas unggulan seperti jagung.

Melalui mekanisme penyanggah harga, Pemda Buol membeli produksi jagung dari petani dan bekerja sama dengan produsen di Gorontalo.

"Di tengah kondisi saat ini, pemda mesti meluncurukan program-program yang meredam kenaikan harga-harga, plus membantu jangan sampai pendapat masyakarat semakin tergerus," kata Ahlis.

"Pemerintah pusat fokus menangani 26 juta lebih penduduk miskin agar jumlahnya tidak bertambah. Upaya menekan angka kemiskinan ini harus diikuti oleh daerah. Di Sulteng posisinya berada di angka 12,33 persen. Kemudian di 2026 targetnya itu sebesar 7,9 persen," ucapnya menambahkan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved