Senin, 20 April 2026

Terungkap Perbuatan Sambo pada Bharada E sebelum Pembunuhan, Dipanggil untuk Diberi 'Bisikan Maut'

Terungkap lagi satu fakta baru soal kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Yosua.

handover
Momen pertemuan Ferdy Sambo dan Bharada E saat rekonstruksi yang digelar Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Terungkap lagi satu fakta baru soal kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Yosua.

Ternyata sebelum diperintah tembak Brigadir J, Bharada E dipanggil Ferdy Sambo terlebih dahulu untuk diberi bisikan maut.

Fakta ini diungkap Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy.

Ronny Talapessy membeberkan bisikan atau ucapan Ferdy Sambo kepada kliennya, beberapa detik sebelum menembak mati Brigadir J.

Hal tersebut disampaikan Ronny Talapessy saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi TV One, pada Sabtu (3/9/2022).

Mulanya, Ronny Talapessy menjelaskan kliennya diperintah Ferdy Sambo untuk mengisi peluru pistol yang bakal digunakan menembak Brigadir J.

Baca juga: Tak Hanya Diperintah Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Ternyata Beri Tugas Penting Lain pada Bharada E

TONTON JUGA

Selain itu, Ronny Talapessy menjelaskan Bharada E adalah ajudan yang dipanggil terakhir kali oleh Ferdy Sambo.

“Klien saya itu dipanggil terakhir. Kemudian diserahkan kotak magasin untuk diisi. Dalam posisi itu kan ada perintah,” katanya dikutip dari Dua Sisi di YouTube tvOne, Minggu (4/8/2022).

Lebih lanjut Ronny Talapessy lalu mengungkapkan Ferdy Sambo sempat membisikan sesuatu kepada Bharada E kala itu.

Ferdy Sambo mengatakan kepada Bharada E bahwa istrinya, Putri Candrawathi dilecehkan Brigadir J di Magelang.

Hal itu, katanya, disampaikan kepada Bharada E saat memberikan peluru untuk diisi dalam pistol yang digunakan menembak Brigadir J.

Ferdy Sambo sempat melirik tajam Bharada E saat rekonstruksi.
Ferdy Sambo sempat melirik tajam Bharada E saat rekonstruksi. (YouTube)

“Perintahnya ‘Ibu (Putri Candrawathi) dilecehkan, kamu yang bisa menembak (Brigadir J)’, ujar Ronny.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan alasan Bharada E tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo ketika tersangka lain yaitu Bripka RR dapat menolaknya.

Ronny menyebut faktor psikologis dan status Bharada E yang baru saja bekerja dengan Ferdy Sambo menjadi penyebabnya.

“Jadi ketika dia menerima perintah itu, dia tidak bisa menolak karena ada background psikologis. Kedua, Bharada E ini kerjanya baru enam bulan jalan. Jadi sangat baru dan pangkat paling rendah,” jelasnya.

Di adegan ke-12 dan ke-13 terlihat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tengah tiduran di kasur. Kuat Maruf lalu terlihat duduk di dekat istri Ferdy Sambo tersebut,\\\\\\\\\\\\\\\\.
Di adegan ke-12 dan ke-13 terlihat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tengah tiduran di kasur. Kuat Maruf lalu terlihat duduk di dekat istri Ferdy Sambo tersebut,\. (YouTube Polri TV Radio)

Sebelumnya, rekonstruksi pembunuhan Brigadir J digelar pada Selasa (30/8/2022) di rumah dinas dan rumah pribadi Ferdy Sambo.

Pada rekonstruksi tersebut, Ferdy Sambo mengaku hanya memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dan menyangkal telah ikut menembak.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

“Misalnya Richard mengatakan bukan hanya dia yang menembak, tapi juga FS (Ferdy Sambo) kan gitu.”

“Sementara yang satu lagi (Ferdy Sambo, ‘nggak saya cuma menyuruh dia,’ itu kan perbedaan yang sbustantif,” katanya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Di adegan ke-12 dan ke-13 rekonstruksi pembunuhan Brigadir J terlihat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tengah tiduran di kasur. Dalam adegan tersebut, terlihat Kuat Maruf duduk di dekat Putri Candrawathi.
Di adegan ke-12 dan ke-13 rekonstruksi pembunuhan Brigadir J terlihat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tengah tiduran di kasur. Dalam adegan tersebut, terlihat Kuat Maruf duduk di dekat Putri Candrawathi. (YouTube Polri TV Radio)

Damanik pun mengatakan apabila sangkalan Ferdy Sambo itu tidak terbukti ketika sidang di pengadilan maka akan semakin memperberat hukuman bagi mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

“Paling signifikan pada hari kejadian siapa yang merencanakan kalau memang 340 pasal yang digunakan, siapa yang mengeksekusi.”

“Sekarang selisihnya kan masalah cuma yang satu mengakui dua orang (membunuh Brigadir J -red), satu lagi mengakui satu orang,” tuturnya.

Cuman Bharada E yang Paling Didengar Keluarga Brigadir J

Jadi tersangka pembunuhan Brigadir J, tapi ucapan Bharada E yang paling didengar oleh keluarga almarhum.

Selebihnya, keluarga Brigadir J menyebut empat tersangka lainnya termasuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah pembohong.

Dikatakan Roslin Simanjuntak, bibi Brigadir J, ucapan yang keluar dari mulut Bharada E dipercayai keluarga.

Terutama pada saat rekonstruksi, Bharada E mengaku terkejut karena keterangannya berbeda dengan tersangka lain.

"Kalau saya yakin Bharada E itu menyatakan kejujuran, dia sudah berkata jujur karena dia mau bertobat, mau mengakui kesalahan," ujarnya, Jumat (2/9/2022).

Roslin Simanjutak bibi Brigadir Yosua mengatakan mempercayai keterangan Bharada E dan tersangka lain memberikan keterangan bohong.

Ucapan Bharada E paling didengar keluarga Brigadir J.
Ucapan Bharada E paling didengar keluarga Brigadir J. (YouTube Polri TV)

"Mereka semua berbohong, dari awal mereka berbohong sampai mati pun mungkin mereka sudah tidak mau bertobat lagi dan akan melakukan kebohongan kebohongan," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terkuak 'Bisikan Maut' Ferdy Sambo, Bharada E Tak Berkutik Isi Peluru Pistol Lalu Tembak Brigadir J, 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved