Ikut Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Eggi Sudjana Sebut Jokwoi Pendusta: Presiden Nggak Ngerti Hukum!

Eggi Sudjana selaku pembina kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aksi Penyelamatan Indonesia menyebut jika Presiden Jokowi tidak paham hukum.

Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Eggi Sudjana -Ikut demo tolak kenaikan BBM, Eggi Sudjana menyebut jika pemerintah tidak paham hukum. 

TRIBUNPALU.COM – Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM di Indonesia membuat sejumlah masyarakat merasa tidak terima dengan keputusan tersebut.

Untuk itu, sejumlah kelompok masyarakat diketahui menggelar aksi demo untuk menolak keinakan harga BBM tersebut.

Baca juga: Jokowi Tak Larang Buruh Bakal Demo Tolak Harga BBM, Hanya Berpesan: Sampaikan dengan Cara yang Baik

Baca juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Pertamina Pastikan Stok Bahan Bakar Minyak di Sulteng Aman

Bahkan aksi unjuk rasa penolakan harga BBM itu juga digelar di sejumlah wilayah di Indoensia. 

Satu diantaranya yakni kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aksi Penyelamatan Indonesia gelar demo tolak kenaikan harga BBM di depan Gedung Sate, Bandung, Senin (5/9).

Dalam aksi tersebut terlihat Eggi Sudjana selaku Pembina kelompok tersebut juga ikut terjun dalam aksi demo itu.

Eggi Sudana bahkan dengan berani menyebut bahwa presiden dan pemerintah tidak mengerti tentang hukum.

"Presiden kita ini sangat jelas, telah terbukti enggak ngerti hukum," kata Eggi Sudjana melansir dari kanal YouTube KompasTV, Senin (5/9/2022).

Menurut Eggi Sudaja jika kenaikan BBM ini justru akan membuat susah masyarakat indoensia.

“Kata subsidi itu tidak adai UUD 45, yang ada adalah pasal 34 yang menyatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, nah maknanya yaitu sampai pada semua kebutuhan hidupnya," sambungnya.

Tak tanggung-tanggung, bahkan Eggi Sudjana secara terang-terangan menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok pemimpin yang pendusta.

Menurut Eggi Sudjana  jika sudah seharusnya rakyat memberikan perlawanan.

“Jadi kalau pemimpinnya dusta harusnya diberikan perlawanan, bukan didukung,” katanya.

Terkiat dengan adanya subsidi, Eggi Sudjana menyebut jika pemerintah telah melakukan perampokan atas nama negara.

Bahkan Eggi sudjana juga membandingkan dengan berbagai negara lainnya.

“Ini kan perampokan sistematis, pakai atas nama negara merampok gitu, nggalk bener ini, belum laghi dibandingkan Malaysia, belum lagi dengan Vietnam, belum lagi dengan Thailand” ujarnya.

“Kita ini keterlaluan gitu, padahal kita adalah produsen dalam konteks minyak,” sambungnya.

(TribunPalu.com/Linda)

Sumber: Tribun Palu
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved