RUSIA Kalah! Pasukan Vladimir Putin Kewalahan, Jumlah Pasukan Ukraina 8 Kali Lebih Banyak

Pasukan Rusia kewalahan menghadapi perlawanan tentara Ukraina di Kharkiv. Kadyrov bahkan mengaku kaget dengan kekalahan tentara Rusia di Kharkiv.

Editor: Putri Safitri
handover
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky. Pasukan Rusia kewalahan menghadapi perlawanan tentara Ukraina di Kharkiv. Kadyrov bahkan mengaku kaget dengan kekalahan tentara Rusia di Kharkiv. 

TRIBUNPALU.COM - Hingga kini konflik Rusia dan Ukraina masih terus berlanjut.

Namun tampaknya nasib Rusia kini berada diujung tanduk usai dikalahkan oleh pasukan Ukraina di Kharkiv.

Bahkan Pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov, mengkritik pasukan Rusia yang kewalahan menghadapi perlawanan tentara Ukraina di Kharkiv.

Kadyrov bahkan mengaku kaget dengan kekalahan tentara Rusia di Kharkiv, di mana pasukan Rusia berhasil merebut kembali beberapa wilayah di sana baru-baru ini.

Menurutnya, militer Rusia tampak lengah menghadapi serangan balik tentara Ukraina terutama di Kharkiv.

"Mereka (pasukan Rusia) membuat kesalahan dan saya pikir mereka bakal menarik kesimpulan yang diperlukan," kata Kadyrov dalam pesan audio via Telegram pada Minggu (11/9/2022).

Kadyrov mengatakan jika sekarang atau besok tidak ada perubahan strategi perang dari tentara Moskow di lapangan, ia akan berbicara dengan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia.

"Saya akan terpaksa berbicara dengan pimpinan Kementerian Pertahanan dan pimpinan negara untuk menjelaskan situasi sebenarnya di lapangan," ujar Kadyrov.

Sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin itu juga mengaku terkejut dengan situasi yang terjadi baru-baru ini.

"Ini situasi yang sangat menarik.

Ini mencengangkan," kata Kadyrov seperti dikutip The Guardian.

Pasukan Chechen telah membantu tentara Rusia melancarkan invasinya ke Ukraina sejak Februari lalu.

Beberapa laporan bahkan mengklaim Rusia menempatkan tentara Chechen pimpinan Kadyrov di garda terdepan perang demi meminimalisir korban berjatuhan dari pasukannya.

Pasukan Chechen bahkan sempat dikabarkan diberi misi khusus yakni membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sejak invasi berlangsung.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved