Sulteng Hari Ini

Penyintas Pasigiala Curhat di Kantor DPRD Sulteng

Front rakyat PASIGALA melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinisi Sulawesi Tengah pada Kamis (15/9/2022).

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/JOLINDA AMOREKA
Momen ketika  Sritini Haris (kanan) bersalaman dengan Siti Rahmi Amir Singi (kanan) ketika aksi damai oleh Front rakyat PASIGALA, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (15/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka

TRIBUNPALU.COM, PALU – Front rakyat PASIGALA melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinisi Sulawesi Tengah pada Kamis (15/9/2022).

Front rakyat PASIGALA diterima oleh Sekertaris Dewan Provinsi Sulawesi Tengah Siti Rahmi Amir Singi, akan tetapi penyintas dari Front rakyat PASIGALA untuk datang menemui mereka.

“Keluar anggota dewan, keluar sekarang. Jangan hanya bersembunyi didalam, kami sudah tergiling-giling dengan tsunami, hidup di huntara itu selama 4 tahun, kami sudah melewati covid kenaikan BBM disitu dan sekarang anggota dewan tidak ada menemui kami? Mana itu anggota dewan, jangan cuma mendatangi kami ketika musim pemilihan untuk mencari suara kami dengan janji-janji manis mau menghapus air mata kami tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” tegas Sritini dengan penuh kekesalan 

Sritini Haris salah seorang penyintas pada kesempatan itu curhat mengenai keadaan mereka di huntara selama ini.

"Mana kase keluar itu anggota dewan, kase keluar. Kase keluar itu anggota dewan. Mana itu anggota dewan? Jangan cuma enak-enakan. Bisa kamu kase uang empat belas miliar untuk tiga hari. Bukan main ngana pe gelojo. Kita orang yang tagiling-giling tsunami. Mau beli kain kafan saja tidak mampu. Kita bakumpul uang dua ribu lima ribu dari orang-orang," gerutu Sritini.

Baca juga: Pemkot dan Smile Train Indonesia Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing di RSUD Anutapura Palu

Sritini Haris mengungkapkan kekecewaannya mendalam terhadap DPRD Provinisi Sulawesi Tengah dengan mudahnya meloloskan dana hibah 14 miliyar dalam APBD-P Tahun Anggaran 2022 yang disetujui beberapa hari lalu.

Menurut penjelasan Sekertaris Dewan Provinsi Sulawesi Tengah, semua anggota dewan tidak sedang berada ditempat disebabkan oleh ada agenda dan kegiatan yang sedang dilakukan semua anggota dewan di luar Kota Palu.

Untuk itu Front rakyat PASIGALA akan kembali melakukan aksinya pada Senin (19/9/2022) mendatang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved