Tokoh Adat Papua MINTA Jokowi Perintah KPK Hentikan Kasus Lukas Enembe: CABUT Label Tersangka!

Tokoh Adat Papua minta Presiden Jokowi perintah KPK untuk menghentikan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

Editor: Putri Safitri
handover
Gubernur Papua Lukas Enembe. Tokoh Adat Papua minta Presiden Jokowi perintah KPK untuk menghentikan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe.  

Dikutip dari Kompas.com, Gubernur Papua, Lukas Enembe, pernah melakukan perjalanan ke Vanimo, Papua Nugini, bersama dua kerabatnya, Hendrik Abidondifu dan Ellin Wenda pada Rabu (31/3/2021) lalu.

Lukas dan dua kerabatnya itu melewati jalur tikus dengan menumpang ojek.

Setelah dua hari di Vanimo, Lukas bersama dua kerabatnya diminta pergi dari Papua Nugini karena dinilai tinggal secara ilegal.

Lukas mengaku pergi ke Papua Nugini untuk berobat.

Setelah kejadian itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegur keras Lukas Enembe karena menyeberang ke Papua Nugini tanpa izin.

Tito menyampaikan langsung teguran itu saat menemui Lukas di Jayapura pada Senin (5/4/2021).

"Sementara saya sudah berikan sanksi teguran keras," kata Tito di Jayapura.

Gubernur Papua Lukas Enembe menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (17/6/2022) lalu untuk memberikan dukungan terhadap rencana pemekaran provinsi di Papua. (Istimewa)
Di sisi lain, Tito menyatakan, apa dilakukan Lukas jelas menyalahi aturan.

Sebab, menurutnya, harusnya kepala daerah, Lukas meminta izin terlebih dahulu.

"Sampai hari ini Pak Gubernur (Lukas Enembe) tidak pernah mengajukan izin ke Kemendagri, tidak pernah.”

“Kalau memang urgent sekali, komunikasi dengan saya sebagai otoritas yang memberikan izin, setelah itu surat menyusul, makanya saya mau temuin," ucap Tito.

Disebut Jadi Tersangka KPK Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi

Gubernur Papua Lukas Enembe disebut menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved