Sulteng Hari Ini

Jaringan Listrik Belum Tersedia, REI Sulteng Terkendala Bangun Perumahan Subsidi di Palu dan Sigi

Anggota atau member DPD REI Sulteng terhambat membangun perumahan subsidi di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulteng, Muhammad Rizal 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Anggota atau member DPD REI Sulteng terhambat membangun perumahan subsidi di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulteng, Muhammad Rizal mengatakan, para pengembang yang tergabung di Real Estate Indonesia atau REI Sulteng sudah membayarkan selisih investasi alias biaya pemasangan listrik, namun jaringan listrik di lokasi pembangunan perumahan subsidi belum dibangun.

Pembayaran itu dulakukan sejak sebulan lalu.

"Karena mereka bilang (PLN UP3 Palu) harus sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang menggunakan waktu pemasangan sekitar 90 hari. Tapi, tidak begitu juga lamanya, kita minta janganlah terlalu kaku terhadap SOP," jelasnya, Senin (19/9/2022) sore.

Pihaknya berharap ada dukungan lebih dari PLN UP3 Palu untuk membantu.

Dalam hal ini, kata Rizal memberikan ruang agar para pengembang perumahan juga dapat mencapai target penjualan rumah subsidi maupun non subsidi di wilayah Sulteng.

"Kalau dihitung tinggal beberapa bulan lagi tahun 2022 selesai. Kasihan anggota REI sudah cukup banyak mereka berinvestasi untuk membangun perumahan. Karena secara langsung pasti akan berpengaruh terhadap pembiayaan di tahun depan," kata Rizal.

Dia membandingkan dengan daerah lain di luar Kota Palu dan Sigi yang proses pemasangan jaringan lsitriknya lebih cepat.

"Itu yang kami sesalkan dan pertanyakan kepada penyedia layanan listrik. Kami tidak tahu apa penyebabnya sampai lambat begini. Kenapa harus ada perbedaan antara Kota Palu dan Sigi dengan wilayah lain di Sulteng. " terangnya.

Menanggapi hal itu, Manager PLN UP3 Palu, Agus Tasya menjelaskan, layanan listrik untuk para pengembang perumahan harus sesuai dengan mekanisme yang ada.

Di antaranya, pihaknya melakukan survei dan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Kemudian, kami akan membuat surat jawaban terkait itu. Selanjutnya, pihak perumahan bayar ke PLN dan melengkapi syarat lainnya. Lalu kita akan melakukan pemasangan jaringan listrik sesuai standar operasional prosedur (SOP)," kata Agus dihubungi melalui gawai.

Ditanya soal berapa lama realisasi pemasangan listrik, Agus mengaku untuk penambahan pelanggan baru maupun perluasan gardu hingga jaringan itu sesuai standar yang telah ditetapkan PLN yaitu paling lama bisa memakan waktu sekitar 100 hari.

"Itu target pemasangan jaringan listrik dari PLN. Sedangkan untuk mempercepat itu tergantung kondisinya, misalkan dalam satu minggu bisa langsung selesai dikerjakan," ungkap Agus. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved