PANAS! SBY Tuding Pemilu 2024 Curang, Hasto Kristiyanto: Strategi Kuno, Enggak Perlu Skenario Victim

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka mengatakan Pemilu 2024 rawan akan ada kecurangan.

Editor: Imam Saputro
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto (kiri) saat menggelar konferensi pers di Hotel Inna Grand Bali Beach, Rabu (7/8/2019). PANAS! SBY Tuding Pemilu 2024 Curang, Hasto Kristiyanto: Strategi Kuno, Enggak Perlu Skenario Victim 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka mengatakan Pemilu 2024 rawan akan ada kecurangan.

PDI Perjuangan (PDIP) memberikan respons terkait tudingan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Pemilu 2024 akan ada kecurangan.

Dilansir Tribunnews.com, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak pernah menghalangi atau menjegal para calon yang hendak maju di Pilpres 2024 seperti tuduhan SBY.

Sebaliknya, justru PDIP yang kerap berusaha dijegal.

Hasto menceritakan pengalaman terkait mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan kader PD yang juga ipar SBY, Agus Hermanto, menyangkut hal tersebut.

Hal itu disampaikan Hasto dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Minggu (18/9/2022), menanggapi pernyataan SBY dalam rapimnas PD beberapa waktu lalu.

SBY menyampaikan tuduhan bahwa dia mendengar dan mendapat informasi soal penjegalan di Pilpres 2024, bahwa pasangan calon hanya akan dibatasi menjadi dua saja.

Merespons itu, Hasto justru menceritakan kejadian di tahun 2009, saat SBY berkuasa dan menjabat sebagai presiden RI.

“2009 sebenarnya elite PDI Perjuangan dengan PPP, dengan Pak Suryadarma Ali, sebenarnya sudah merencanakan kerja sama, sehingga kami memenuhi syarat-syarat Presidential Threshold. Tetapi di putaran terakhir, ada penjegalan, sehingga pada akhirnya PDI Perjuangan bekerja sama dengan Gerindra,” ungkap Hasto.

Belajar dari kejadian itu, lanjut Hasto, maka pihaknya berkomitmen dan menegaskan semua pihak agar jangan ada upaya jegal-menjegal dengan cara demikian.

Namun, lanjut Hasto, jangan kemudian SBY seakan mencari-cari alasan dengan dalih hal itu.

Yang terjadi adalah sebuah parpol tak berhasil mengajak parpol lain untuk bekerja sama mengajukan calon, namun membungkusnya seakan-akan ada upaya penjegalan.

“Tetapi ketika seseorang tidak mendapatkan dukungan dari parpol, jangan kemudian dikatakan dijegal. Jadi, apa yang disampaikan Pak SBY sebenarnya menunjukkan kekhawatiran beliau kalau ada dua pasangan calon kemudian Pak AHY enggak bisa masuk sehingga dikatakan itu instrumen penjegalan. Itu yang harus diluruskan,” ucap Hasto.

Hasto menyampaikan bagaimana PDIP pernah membuka diri untuk bekerja sama dengan PD menjelang periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved