Palu Hari Ini

Kaban Litbangda Ungkap Penyebab Rendahnya Akurasi Data Penerima Manfaat di Kota Palu

Kepala Badan Litbangda Kota Palu Amiruddin membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi (regsosek) penduduk Kota Palu

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kepala Badan Litbangda Kota Palu Amiruddin membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi (regsosek) penduduk Kota Palu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - Kepala Badan Litbangda Kota Palu Amiruddin membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi (regsosek) penduduk Kota Palu.

Rakor yang diinisiasi oleh BPS Kota Palu ini digelar di Hotel Best Western Coco Palu, Selasa (20/9/2022) pagi.

Amiruddin mengungkapkan, sejak tahun 2021, pemerintahan dihadapkan banyak rintangan akibat pandemi covid-19.

Perekonomian mengalami kontraksi, pengangguran terbuka dan angka kemiskinan juga mengalami peningkatan.

Dampak ini masih mungkin terus berlanjut hingga tahun 2022.

Sebagian dari penduduk jatuh pada kategori kesejahteraan yang lebih rendah.

"Selain itu, pemerintah juga dihadapkan pada permasalahan ketidaktepatan sasaran program yang ditandai dengan rendahnya akurasi data penerima program-program," kata Amiruddin.

Baca juga: Jelang Presidensi G20, PLN Siapkan 291 Unit Pengisian Kendaraan Listrik di Bali

Lebih lanjut, Amiruddin mengungkapkan, penyebab rendahnya akurasi data penerima manfaat, adalah data yang belum dimutakhirkan secara berkala.

Kemudian pemeringkatan kesejahteraan penduduk tidak dilakukan.

Sistem rujukan tidak dijalankan dengan baik dan Pendataan tidak inklusif.

"Data menuju registrasi sosial ekonomi (regsosek) seluruh penduduk. Transformasi data menuju regsosek merupakan upaya perubahan penyediaan data sosial ekonomi yang bersifat sektoral menjadi data yang terintegrasi dan akurat," ujarnya.

Olehnya, Amiruddin mengharapkan, pendataan awal regsosek ini akan menghasilkan data terpadu.

Tidak hanya untuk program perlindungan sosial, melainkan keseluruhan program yang dibutuhkan masyarakat untuk kebdakan pemerintah yang lebih terarah.

"Selain itu juga digunakan untuk kepentingan perencanaan dan evaluasi pembangunan. Tahun ini pada seluruh penduduk kota palu berbasis nik dan titik koordinat setiap rumah/tempat  tinggal setiap keluarga," imbuhnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved