Matindas Menekankan Penyuluh Agama adalah Agen Moderasi Beragama

Matindas Rumambi pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Poso, Sabtu (17/9/2022).

Editor: Putri Safitri
handover
Matindas Rumambi pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Poso, Sabtu (17/9/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Penyuluh Agama Kristen Non PNS memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mendukung pemerintah dalam program moderasi beragama di tengah masyarakat.  

Penyuluh Agama Kristen Non PNS di harap dapat mengoptimalkan perannya dalam mensosialisasikan pentingnya moderasi beragama dengan menghargai keragaman keyakinan beragama sehingga dapat menciptakan kedamaian dan menghindari radikalisme, intoleransi dan anti kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Matindas Rumambi pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/9/2022).

“Penyuluh Agama Kristen Non PNS harus memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi, jangan sampai ada penyuluh yang mendirikan radikalisme dan menentang NKRI,” ucapnya.

Moderasi beragama menjadi solusi penting dalam mencegah paham-paham radikal serta berbagai permasalahan umat.

Menurut Matindas Rumambi, Penyuluh Agama harus menghargai kearifan lokal, sebab dalam implementasi keagamaan harus dipahami jika dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan.

Penghargaan terhadap kearifan lokal merupakan langkah-langkah penerapan moderasi beragama, karena budaya lebih dahulu hadir sebelum adanya agama.

“Selaku Penyuluh Agama Kristen Non PNS, harus moderat, harus di pahami adanya kearifan lokal dan jangan dipermasalahkan, kami berharap Penyuluh Agama Kristen Non PNS menjadi corong kerukunan umat beragama, Penyuluh Agama Kristen Non PNS harus menjadi corong dan pemersatu kerukunan umat,” harapnya.

Sumber: Tribun Palu
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved