Banggai Hari Ini

Pemkab Banggai Klaim Harga Cabai Turun setelah Larangan Penjualan Ke Luar Daerah

Kepala Dinas Ketapang Banggai, Alfian Djibran, mengecek harga sembako di Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, belum lama ini.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kepala Dinas Ketapang Banggai, Alfian Djibran, mengecek harga sembako di Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, belum lama ini. 

Laporan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mengklaim larangan penjualan cabai ke luar daerah berhasil turunkan harga di pasar.

Sekretaris Dinas Ketapang Kabupaten Banggai, Ismed Wardana, mengungkapkan, pada 15 September 2022, harga cabai keriting masih mencapai Rp 65 ribu per kilogram, 

Kemudian per 20 September 2022, turun menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit sebelum larangan penjualan ke luar daerah diberlakukan atau 15 September 2022 masih dijual dengan harga Rp 70 ribu per kilogram, kini tersisa Rp 50 ribu per kilogram.

“Jadi ada penurunan sekitar Rp 20 ribu,” jelas Ismed saat Raker bersama DPRD Banggai terkait dengan inflasi, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Truk Sampah Milik Pemkab Banggai Tabrak Mobil Parkir, 1 Warga Tewas, 3 Luka-luka

Ismed lantas menjelaskan permasalah pada rantai pasok cabai di Kabupaten Banggai mulai dari tingkat petani, pengepul, pengecer, sampai ke tangan konsumen.

Menurut dia, petani menjual kepada pengepul dengan keuntungan di kisaran Rp 3.000 hingga Rp 5.000.

Dari pengepul kepada pengecer keuntungan yang diperoleh Rp 3.000 hingga Rp 7.000 karena alasan tranportasi.

“Yang naik paling signifikan dari pengecer kepada masyarakat yang konsumi naik sampai Rp 12 ribu. Jadi, yang paling urgen di pengecer,” katanya.

Ismed mengatakan, alasan pengecer menaikan harga hingga Rp 12 ribu per kilogram karena stok yang terbatas.

“Dalam seminggu stok yang tersedia 10 ton, sedangkan konsumsi 9,25 ton sampai dengan 9,75 ton,” katanya.

Selain itu, kata dia, cabai adalah komoditas yang mudah susut. Di sisi lain, daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Sehingga pengecer menaikan harga untuk menutupi kerugian jika terjadi kerusakan pada cabai.

“Beli cabai sore hari lebih murah dari pagi hari,” katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved