4 Tahun Gempa Sulteng

Presiden Jokowi Teken Inpres Penuntasan Rahab Rekon Pasca Bencana Sulteng

Dalam Inpres tersebut, ada perintah kepada Kementerian terkait untuk menuntaskan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sulteng.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
handover
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura memimpin rapat bersama OPD di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPALU.COM - Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menyebut Presiden Jokowi telah meneken Inpres Percepatan Rehab Rekon Dampak Bencana Sulteng.

“Intruksi Presiden Tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likufaksi sudah ditetapkan melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2022 yang telah disahkan tanggal 14 September 2022,” ujar Rusdy Mastura melalui rilis tertulisnya, Rabu (21/9/2022).

Dalam Inpres tersebut, ada perintah kepada Kementerian terkait untuk menuntaskan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah melalui berbagai kegiatan.

“Ini jawaban permohonan kita kepada Presiden Joko Widodo, kiranya dapat memberikan perhatian dan dukungan yang serius untuk memberikan kepastian percepatan penuntasan Rehab dan Rekon dampak bencana alam dan gempa bumi Sulawesi Tengah,” kata Rusdy Mastura.

Pria kelahiran  8 Februari 1950 itu berharap, semua kementerian terkait menjalankan Inpres dengan baik agar harapan masyarakat terdampak bencana memperoleh kepastian hak sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Baca juga: Peringati 3 Tahun Pascabencana, Warga Sigi Adakan Tradisi Makan Bersama di Kuburan Massal Palu

Adapun kegiatan Rehab Rekon Pascabencana berdasarkan Inpres itu adalah:

Rehabilitasi:

Perbaikan lingkungan daerah bencana;
Perbaikan sarana dan prasararta umum;
Pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat;
Pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya;
Pemulihan fungsi pemerintahan; dan
Pemulihan fungsi pelayanan publik

Rekonstruksi:

Pembangunan kembali sarana dan prasarana.
Pembangunan kembali sarana sosial masyarakat.
Pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat.
Penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana.
Partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat.
Peningkatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya.
Peningkatan fungsi pelayanan publik.
Peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved