Palu Hari Ini

Mengenal Sampolu, Selendang Kepala yang Dikenakan Wawali Palu di Festival Tangga Banggo

Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido menghadiri dan membuka langsung Festival Tangga Banggo, Kamis (22/9/2022).

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Wawali Palu menghadiri dan membuka langsung Festival Tangga Banggo, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido menghadiri dan membuka langsung Festival Tangga Banggo, Kamis (22/9/2022).

Kegiatan itu digelar hingga 25 September 2022 di Jl Siranindi, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Saat tiba dilokasi, Reny disambut Lurah Siranindi dan tokoh adat Kaili bernama Juhri Hi Ahmad.

Wanira berusia 59 tahun itu disematkan Sampolu berwarna kuning sebelum masuk area pelaksanaan festival.

Sampolu merupakan selendang dari hasil tenun dan menjadi atribut khas dalam acara-acara kebudayaan di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Bocoran Cerita Ikatan Cinta Jumat 23 September 2022: Elsa Tinggal di Pondok Pelita untuk Hasut Al

Sampolu berbentuk segi empat panjang dengan ukuran panjang 1,5 m serta memiliki lebar 60 cm.

Cara menenunnya masih menggunakan alat tenun gedongan, dengan kedua arah benang nupasau danupasua atau lungsi maupun pakan tersebut dari satu warna.

Pada simpolu dapat ditemui hiasan pada semua tepi kecuali bagian bawah yang terbuat dari benang kumbaja warna emas dan perak.

Pembuatannya dengan jalan menghitung benang menyerupai piramida tetapi mempunyai motif tertentu seperti bunga.

Satu lembar Simpolu dapat diselesaikan dalam waktu dua sampai tiga hari dengan pilihan warna kuning, merah dan hijau.

Sampolu dipakai diatas kepala menutup seluruh kepala yang biasa digunakan pada tarian tradisional.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved