Palu Hari Ini

Dapat Anugerah Pejuang Agraria dari Partai Buruh, Siapa Perempuan Asal Banggai Eva Bande?

Wanita bernama lengkap Eva Susanti Hanafi Bande terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengorganisasian perjuangan reforma agraria.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
Handover
Partai Buruh bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) memberikan Anugerah Pejuang Agraria kepada tokoh maupun warga yang selama ini turut memperjuangkan agraria. Kegiatan itu dalam rangka Hari Tani Nasional (HTN). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - Partai Buruh bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) memberikan Anugerah Pejuang Agraria kepada tokoh maupun warga yang selama ini turut memperjuangkan agraria.

Kegiatan itu dalam rangka Hari Tani Nasional (HTN).

Ada 5 penerima kategori Pahlawan Perjuangan Reforma Agraria

Mereka adalah Gunawan Wiradi, HS Dilon, Patmi, Riduan ‘Iwan’ Munthe, dan Hidayat Mukti.

Sedangkan untuk kategori Tokoh Perjuangan Reforma Agaria diberikan kepada Henry Saragih, Rais, Kyai Nur Aziz, Eva Bande, Maria W Sumardjono, Nai Sita br Sibarani, dan Agustiana.

Diketahui, Eva Bande merupakan perempuan asal Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Aktivis Agraria Minta Tanah HGU di Luwuk Banggai Dikembalikan ke Petani

Ia dianugerahi Tokoh Pejuang Agraria karena telah berperan besar dalam kemajuan perjuangan Reforma Agraria di Indonesia.

Siapa Eva Bande?

Wanita bernama lengkap Eva Susanti Hanafi Bande terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengorganisasian perjuangan reforma agraria.

Ia memimpin Front Rakyat Advokasi Sawit Sulawesi Tengah, sebuah organisasi rakyat yang memperjuangkan hak-hak petani untuk mendapatkan tanah yang dirampas oleh pemilik modal.

Koordinator FRAS Sulteng, Eva Bande
Koordinator FRAS Sulteng, Eva Bande (Handover/Dok Pribadi)

Selain itu, Eva juga diketahui aktif di Serikat Pejuang Tanah Air, dan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST).

Perjuangannya mengadvokasi masyarakat yang mengalami konflik agraria sudah dimulai sejak tahun 1999 hingga sekarang.

Karena aktivitas itulah, ia kerap kali mendapatkan intimidasi. Bahkan beberapa kali dipenjara.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved