Palu Hari Ini

Dapat Anugerah Pejuang Agraria dari Partai Buruh, Siapa Perempuan Asal Banggai Eva Bande?

Wanita bernama lengkap Eva Susanti Hanafi Bande terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengorganisasian perjuangan reforma agraria.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
Handover
Partai Buruh bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) memberikan Anugerah Pejuang Agraria kepada tokoh maupun warga yang selama ini turut memperjuangkan agraria. Kegiatan itu dalam rangka Hari Tani Nasional (HTN). 

Pada tahun 2010, Eva membela dan mendampingi petani Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang berjuang mempertahankan hak atas tanah garapan, tanah adat, dan perlindungan kerusakan alam di Suaka Margasatwa Bangkiriang dari ekspansi industri perkebunan kelapa sawit di Toili.

Eva bergerak mengadvokasi para petani untuk melakukan protes.

Sayangnya protes dalam aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai, berakhir ricuh.

Sejumlah aset milik perusahaan perkebunan kelapa sawit dibakar atau dirusak pengunjuk rasa yang tak mampu menahan amarahnya.

Kericuhan tersebutlah yang berujung dengan penangkapan Eva Bande tanggal 15 Mei 2010 dan dituduh sebagai penghasut.

Setelah beberapa kali persidangan, Eva divonis hukuman penjara selama 4 tahun, lebih lama dari tuntutan jaksa selama 3 tahun 6 bulan.

Aktivis agraria Eva Bande (tengah) mengatakan, dengan berakhirnya Hak Guna Usaha (HGU) milik PT KLS di Desa Singkoyo, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai maka tanah  harus dikembalikan kepada para petani.
Aktivis agraria Eva Bande (tengah) 

Upaya banding yang dilakukan Eva ditolak oleh pengadilan.

Pada 19 Desember 2014, Eva kemudian bebas setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo.

Atas konsistensi dan kegigihannya dalam memperjuangkan hak-hak agraria, Eva Bande mendapatkan penghargaan Yap Thiem Hien Award (YTHA) 2018.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved