Sulteng Hari Ini

Oknum Polisi Calo Masuk Polri Selesai Diperiksa Propam Polda Sulteng, Menunggu Sidang Kode Etik

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, hingga saat ini pemeriksaan telah selesai dilakukan.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Salam Kerimov
handover
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto diwawancara wartawan, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Profesi dan pengamanan (Propam) telah memeriksa seorang oknum polisi di Polda Sulteng yang terlibat sebagai calo masuk Polri di Polda Sulawesi Tengah.

Oknum polisi itu berpangkat Briptu inisial D, diduga menjadi calo dengan iming-iming bisa meloloskan korbannya masuk Polri.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, hingga saat ini pemeriksaan telah selesai dilakukan.

"Propam sudah mengajukan tim untuk sidang kode etik, jadi perangkat sidang sudah diajukan. Nanti setelah disetujui Kapolda Sulteng kemudian akan dijadwalkan sidanganya," ujar Kombes Pol Didik Supranoto, Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Polsek Kulawi Evakuasi Warga Bolapapu Akibat Banjir, Jalan Poros Sudah Dapat Dilalui

Diketahui, oknum Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng Briptu D ditangkap dan diperiksa terkait Calo Masuk Polri di Polda Sulteng.

Briptu D ditangkap berdasarkan dari laporan Calo Masuk Polri.

Setelah ditindaklanjuti, petugas berhasil menemukan uang diduga hasil dari praktek Calo Masuk Polri.

Briptu D ditangkap satuan Reskrim Polda Sulteng tanggal 28 Juni 2022.

"Ditemukan sejumlah uang yang ada di dalam mobil Briptu D, sebanyak Rp 4,4 Miliar," ujar Didik di ruang kerjanya di Makopolda Sulteng, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikukore, Kota Palu, Selasa (16/8/2022) waktu lalu.

Baca juga: Polda Sulteng Periksa 9 Saksi Terkait Penyerangan Perusahaan Tambang Emas di Poboya Palu

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng itu juga menerangkan, berdasarkan keterangan terduga Calo Masuk Polri, dana itu dikumpulkan dari 18 peserta seleksi pendidikan pembentukan Bintara Polri gelombang II tahun anggaran 2022.

"Konsekuensinya 18 orang peserta seleksi itu digugurkan panitia sebelum tahap pengumuman akhir, karena dianggap melanggar fakta Integritas," kata Didik.

Didik menjelaskan, untuk sementara hasil pemerikaan Briptu D ini bermain sendiri dan belum ada keterlibatan pihak lain. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved