Apa Itu Kudeta? Simak Pengertian dari Kudeta yang Tengah Viral di Media Sosial

Apa itu kudeta? Simak arti dari kudeta yang tengah viral di media sosial karena disebut-sebut terjadi di China atau Tiongkok.

Editor: Imam Saputro
Freepik
Apa Itu Kudeta? Simak Pengertian dari Kudeta yang Tengah Viral di Media Sosial 

TRIBUNPALU.COM - Apa itu kudeta? Simak arti dari kudeta yang tengah viral di media sosial karena disebut-sebut terjadi di China atau Tiongkok.

Kata Kudeta artinya pengambilalihan kekuasaan, yang berasal dari bahasa Inggris "Coup".

Sementara, kudeta dalam bahasa Perancis disebut "Coup d'état", sebuah istilah populer untuk menyebut tindakan pemberontakan.

Menurut Cambridge Dictionary, kudeta adalah pengambilalihan kekuasaan pemerintah secara ilegal, sering kali dilakukan dengan kekerasan dan secara tiba-tiba, terutama oleh sebagian tentara.

Beberapa kasus kudeta yang populer yaitu kudeta partai Bolshevik di Rusia, kudeta Muammar al-Qaddafi di Libya, dan kudeta Napoleon Bonaparte di Perancis.

Kudeta biasanya dilakukan dengan mengambil alih kontrol dari semua atau sebagian dari angkatan bersenjata, polisi, dan elemen militer lainnya.

Tidak seperti revolusi sosial yang terjadi secara bertahap, kudeta memaksakan perubahan kekuasaan dengan mengganti pemegang kontrol pemerintah secara cepat.

Kudeta Besar yang Terjadi di Dunia

1. Revolusi Rusia (1917)

Revolusi Rusia tahun 1917 adalah salah satu peristiwa politik paling eksplosif di abad kedua puluh.

Dikutip dari History, revolusi dengan kekerasan ini menandai berakhirnya dinasti Romanov dan berabad-abad kekuasaan Kekaisaran Rusia.

Hari ini dalam sejarah, 21 Januari 1924, arsitek Revolusi Bolshevik dan Pemimpin pertama Uni Soviet, Vladimir Lenin meninggal dunia
Arsitek Revolusi Bolshevik dan Pemimpin pertama Uni Soviet, Vladimir Lenin. (Britannica)

Selama Revolusi Rusia, kaum Bolshevik, yang dipimpin oleh revolusioner kiri Vladimir Lenin, merebut kekuasaan dan menghancurkan tradisi pemerintahan Tsar.

Bolshevik kemudian menjadi Partai Komunis Uni Soviet yang berakhir menjadi sebuah negara Uni Soviet.

2. Kudeta Iran (1953)

Ruhollah Khomeini (tengah) menyapa para pendukung setelah kembali ke Teheran, Iran, Februari 1979.
Ruhollah Khomeini (tengah) menyapa para pendukung setelah kembali ke Teheran, Iran, Februari 1979. (britannica)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved