Palu Hari Ini

Dandim Kota Palu Sebut Faktor Ekonomi Turut Picu Radikalisme

Komandan Kodim (Dandim) 1306/Kota Palu Kol Inf Ari Suseno menyebut penyebab radikalisme tidak hanya dari faktor ideologis semata.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Komandan Kodim (Dandim) 1306/Kota Palu Kol Inf Ari Suseno menyebut penyebab radikalisme tidak hanya dari faktor ideologis semata. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sulawesi Tengah termasuk daerah zona merah penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Menanggapi fenomena tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1306/Kota Palu Kol Inf Ari Suseno menyebut penyebab radikalisme tidak hanya dari faktor ideologis semata.

Menurutnya, timbulnya paham radikalisme hingga aksi terorisme bisa dipicu karena persoalan ekonomi.

Hal itu diutarakan Ari di sela acara penandatanganan penyuluhan hukum, wawasan kebangsaan dan program deradikalisasi bersama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu.

"Bisa karena faktor ekonomi. Apalagi daerah kita baru saja dilanda bencana sehingga banyak orang kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. Dari situlah bisa muncul upaya-upaya untuk menganggu situasi keamanan," ujarnya, Senin (26/9/2022).

Baca juga: 5 TIPS untuk Bantu Penderita Diabetes agar Lebih Baik: Ajak Olahraga hingga Konsumsi Makanan Sehat

Sebagai daerah ibu kota, mantan Waaspers Kasdivif 3 Kostrad itu mengimbau semua pihak di Kota Palu mewaspadai penyebaran radikalisme.

Ari menuturkan, pihaknya turut gencar melaksanakan program deradikalisasi termasuk dengan menyasar kelompok anak-anak.

Sehingga ia mengajak seluruh orangtua membentengi diri khususnya anak-anak agar kelak menjadi pengganti dan penerus pembangunan nasional.

"Rata-rata mereka (anak-anak) hanya kurang perhatian, bukan kurang rasa nasionalisme. Jangan sampai anak-anak kurang perhatian apalagi dari orangtua sehingga mereka mencari perhatian dengan hal-hal negatif," tutur Ari Suseno.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved