Senin, 4 Mei 2026

Masjid Raya Palu

Soal Ritual Tanam Kepala Sapi, Ketua Utama Alkhairaat: Menyalahi Akidah dan Syariat

Adat itu mengarahkan ummat untuk percaya terhadap kekuatan selain Allah.

Tayang:
Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Habib Alwi Bin Saggaf Aljufri resmi ditunjuk sebagai Ketua Utama Alkhairaat menggantikan almarhum Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, beberapa waktu lalu. Dia menyebut Ritual Tanam Kepala Sapi di kompleks pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu menyalahi akal sehat dan akidah Islam. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Utama Alkhairaat Habib Alwi Bin Saggaf Aljufri menyebut Ritual Tanam Kepala Sapi di kompleks pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu menyalahi akal sehat dan akidah Islam.

“Keyakinan seperti ini jelas bertentangan dengan akal sehat, selain itu menyalahi akidah Islam yang lurus dan tidak sesuai dengan syariat Islam tentunya,” ucap Habib Alwi Bin Saggaf Aljufri kepada TribunPalu.com, Senin (26/9/2022).

Dia menyebut adat menanam kepala kerbau atau sapi dalam pembangunan gedung maupun jembatan berasal dari keyakinan sebagian masyarakat, termasuk Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Adat itu mengarahkan ummat untuk percaya terhadap kekuatan selain Allah.

“Menurut keyakinan ini, agar kekuatan selain Allah tersebut tidak mengganggu orang yang menempati bangunan atau penggunanya, maka orang yang membangun harus memberikan sesaji dengan menanam kepala kerbau/sapi,” katanya.

Baca juga: Viral Ritual Tanam Kepala Sapi di Kawasan Masjid Raya Darussalam Palu, Netizen Protes

Sebelumnya, foto dan video Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu di Jl Jaelangkara, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menuai protes dari sejumlah netizen.

Ritual Tanam Kepala Sapi di kawasan Masjid Raya Darussalam Palu diposting akun Facebook Ambo Illang, Minggu (25/9/2022).

Dalam postingannya, Ambo Illah menunjukkan foto dan video prosesi Ritual Tanam Kepala Sapi.

Entah apa alasan ritual tersebut, namun Ambo Illang menyertakan protes dalam postingannya itu.

Informasi diperoleh TribunPalu.com, sebagian pengurus masjid juga menolak ritual itu, namun sebagian lagi mengikuti arahan pengurus yayasan masjid.

Baca juga: FUI Sulteng Kecam Ritual Tanam Kepala Sapi di Lokasi Pembangunan Masjid Raya Darussalam Palu

Diketahui, Masjid Raya Darussalam Palu dulunya bernama Masjid Agung Darussalam Palu.

Masjid tersebut ambruk pascagempa 2018 sehingga hanya terdapat bangunan masjid sementara di lokasi tersebut.

Pemerintah provinsi kemudian menggelontorkan anggaran Rp 386 miliar untuk bangunan masjid saja.

Total anggaran pembangunan kawasan masjid tersebut mencapai Rp 444 miliar.(*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved