Palu Hari Ini

Dalam Sehari 4.000 Pelanggar Terekam Kamera Tilang Elektronik di Kota Palu

Seminggu diresmikan, ribuan pengendara terdeteksi tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melanggar peraturan berlalu lintas di Kota Palu, Su

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Kingkin diwawancara wartawan usai peluncuran Tilang Elektronik berlangsung di Markas Polda Sulawesi Tengah, Jl Soekarno Hatta, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Seminggu diresmikan, ribuan pengendara terdeteksi tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melanggar peraturan berlalu lintas di Kota Palu, Sulteng.

Ribuan pelanggar itu terhitung sejak di launching pemberlakukan ETLE oleh Ditlantas Polda Sulteng, pada 22 September 2022.

Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Kingkin Winisuda mengatakan, rata-rata setiap hari kamera ETLE merekam kurang lebih 4000 pelanggar.

Jumlah pelanggar itu pada empat titik ETLE di Kota Palu antaranya Jl Sam Ratulangi, dua ETLE di Jl Moh Yamin, dan Jl Gajah Mada.

"Terbanyak pelanggaran lalu lintas yang terekam adalah tidak memakai sabuk keselamatan atau safety belt, tidak menggunakan helm, menggunakan Hp saat berkendara dan menerobos lampu merah," ujar Kingkin dalam rilisnya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Berlaku Mulai 22 September 2022, Berikut Titik Tilang Elektronik alias ETLE di Kota Palu

Kingkin juga menjelaskan, empat kamera ETLE bersifat statis tersebut didukung oleh kamera Hp yang bersifat mobile.

Kamera Hp dioperasionalkan oleh anggota di lapangan untuk merekam pelanggaran lalu lintas yang tidak terekam kamera ETLE.

Meski banyakanya pelanggaran lalu lintas sejak diberlakukan ETLE, namun Ditlantas Polda Sulteng tidak memberikan denda pelanggaran.

Karena saar ini masih tahap sosialisasi selama satu bulan kedepan, sejak pertama kali ETLE di launching.

"Belum melakukan penegakkan hukum atau tilang, kecuali pelanggaran yang kasat mata ditemukan di lapangan dan membahayakan pengguna lalu lintas lain," ujar Kingkin.

"Diimbau kepada seluruh masyarakat Sulteng untuk patuh dan taat aturan berlalu lintas, karena pelanggaran sebagai awal terjadinya kecelakaan," tambahnya menuturkan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved