PLN Suluttenggo

PLN Bina 2.000 KPM di Solo dan Denpasar untuk Uji Coba Kompor Listrik

PKM yang mendapat pendampingan PLN tersebar di Solo 1.000 orang dan Denpasar 1.000 orang.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
handover
Sedikitnya 2.000 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat pendampingan dan evaluasi dari PT PLN untuk program uji coba peralihan LPG 3 Kg ke Kompor Listrik. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sedikitnya 2.000 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat pendampingan dan evaluasi dari PT PLN untuk program uji coba peralihan LPG 3 Kg ke Kompor Listrik.

PKM yang mendapat pendampingan PLN tersebar di Solo 1.000 orang dan Denpasar 1.000 orang.

Pendampingan itu adalah bentuk dukungan PLN terhadap arahan presiden terkait peralihan LPG 3 Kg ke Kompor Listrik  yang disampaikanMenteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif beberapa waktu lalu.

“Arahan pemerintah sangat jelas dan PLN menindaklanjuti dengan berbagai perbaikan pada program uji coba di dua kota tersebut. Kami terus memberikan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat, sampai benar-benar dapat mengoperasikan penggunaannya secara mandiri dan beralih sepenuhnya ke kompor listrik,” jelas Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui rilis tertulisnya, Selasa (27/9/2022).

Masyarakat penerima program peralihan Lompor Listrik adalah pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA.

Tidak ada perubahan daya listrik pelanggan.

Baca juga: PLN Pastikan Tak Ada Penghapusan Pelanggan Daya 450 VA dan Perubahan Tarif Listrik

PLN menyediakan jalur kabel listrik khusus untuk memasak dengan daya yang cukup untuk kompor listrik.

Jalur kabel ini terpisah dari intalasi listrik yang sudah ada dan tarif yang dikenakan juga tidak mengalami perubahan.

“Meskipun disediakan jalur kabel khusus memasak oleh PLN, daya listrik KPM tidak mengalami perubahan. Yang 450 VA tetap 450 VA, yang 900 VA juga tetap 900 VA. Kami juga memastikan, tidak ada pengalihan daya 450 VA ke 900 VA sebagaimana yang sempat beredar di masyarakat," ujar Darmawan.

Kendala teknis yang dialami KPM dalam menggunakan peralatan memasak seperti panci dan wajan menjadi masukan untuk dilakukan perbaikan.

Namun secara keseluruhan program ini menunjukkan progres yang positif.

Konsumsi kWh dari penggunaan kompor listrik semakin besar dan KPM mulai merasakan biaya memasak menggunakan kompor listrik lebih murah dari pada LPG 3 kg.

“PLN akan melaporkan data pemantauan dan evaluasi program uji coba kompor listrik di dua kota tersebut secara periodik untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan selanjutnya,” ungkapnya.

PLN selalu berupaya menjalankan arahan pemerintah mempercepat transisi energi bersih di tanah air, mendukung upaya subsidi tepat sasaran, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia dari energi impor dan menggantinya dengan energi domestik yang lebih murah.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved