Banggai Hari Ini

Rakor dengan Dirjen Tata Ruang, Bupati Banggai Siapkan Rancangan Perbup RDTR Kawasan Perkotaan Luwuk

Rakor Lintas Sektor dalam rangka Pembahasan Rancangan Perbup Banggai tentang RDTR Kawasan Perkotaan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Rakor Lintas Sektor dalam rangka Pembahasan Rancangan Perbup Banggai tentang RDTR Kawasan Perkotaan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor dalam rangka Pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) Banggai tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah

Rakor ini diinisiasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Senin (26/9/2011).

Pada kesempatan itu, Bupati Amirudin mengaku masih berupaya untuk menyelesaikan RDTR bagi kawasan perkotaan di Kabupaten Banggai

Saat ini, Pemkab Banggai sedang menyiapkan RDTR untuk dua kawasan, yaitu RDTR Kawasan Kintom dan Batui.

Baca juga: Polisi Berhasil Pertemukan Anak 6 Tahun dengan Orangtuanya di Banggai, Begini Kisahnya

Di mana wilayah tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati Banggai Nomor 26 Tahun 2022. 

Kedua, RDTR Kawasan Perkotaan Luwuk, meliputi 5 kecamatan.

Yaitu Kecamatan Luwuk, Luwuk Selatan, Luwuk Utara, Luwuk Timur dan Nambo, yang saat ini tengah memasuki tahapan pembahasan lintas sektor dalam rangka mendapatkan persetujuan substansi. 

“Dipilihnya 5 kecamatan dalam kawasan perkotaan Luwuk, serta Kecamatan Kintom dan Batui pada kesempatan pertama, adalah karena kawasan ini merupakan wilayah strategis yang berkembang, tumbuh cepat, serta memiliki ciri perkotaan yang ditandai dengan adanya bangunan-bangunan fisik seperti area perkantoran, pertokoan, gudang, pasar, area industri, serta area pemerintahan," jelas Bupati Amirudin. 

Kota Luwuk sendiri, menurut Bupati Amirudin, memiliki perkembangan yang cukup pesat di antara ibukota kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah. 

Posisi geografisnya yang terletak sangat strategis menjadikannya sebagai daerah yang berpengaruh penting dalam perkembangan di kawasan Timur Sulawesi. 

Kabupaten-kabupaten seperti Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Tojo Una-Una, maupun Kabupaten Taliabu Maluku Utara, lanjut Bupati Amirudin, sangat intens berinteraksi dengan Kota Luwuk, terutama dalam aktivitas-aktivitas seperti perdagangan, jasa, industri, pendidikan, transportasi, dan lainnya. 

“Namun kedepan, untuk mengantisipasi perkembangan kawasan lain, Pemerintah Daerah akan tetap berupaya menyiapkan RDTR bagi kawasan-kawasan lain secara bertahap sesuai skala kebutuhan mendesak dan prioritas," paparnya. 

Senada dengan itu, Dirjen Tata Ruang, Gabriel Tri Wibawa, menyampaikan bahwa rencana Tata Ruang merupakan “Panglima Pembangunan” yang akan menjadi pedoman pertama dalam memberikan perizinan. 

"Pemerintah pusat mengimbau agar pemerintah daerah mempercepat penyiapan RDTR, dan memperbanyak wilayah-wilayah kawasan nya yang memiliki RDTR," pungkasnya. 

Rakor ini dilaksanakan dalam rangka memberikan masukan dan arahan masing-masing sektor kementerian pada Rancangan Perbup Banggai tentang RDTR Kawasan Perkotaan Luwuk

Hasil dari rapat itu berupa Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang, dimana jika daerah sudah mendapatkan persetujuan tersebut, barulah pemerintah daerah dapat menetapkan Rancangan Perbup menjadi Perbup. (*)
 
 
 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved