Pemilu 2024

Pernyataan SBY Bikin Panas Parpol Lain, Elite Demokrat Sulteng: Kalau Tidak Merasa, Ya Santai Aja

Mardiman Sane menanggapi polemik pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terkait potensi kecurangan di Pemilu 2024.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Elite Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Mardiman Sane menanggapi polemik pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terkait potensi kecurangan di Pemilu 2024. 

TRIBUNPALU.COM - Elite Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Mardiman Sane menanggapi polemik pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terkait potensi kecurangan di Pemilu 2024.

Menurut Mardiman Sane, pernyataan itu sebenarnya peringatan dari SBY kepada kader-kader Partai Demokrat.

Sehingga Mardiman Sane merasa heran ketika ada pihak-pihak yang 'panas' dengan pernyataan SBY.

“Biasanya kalau yang panas itu, jangan-jangan dia,” kata Mardiman Sane saat menjadi narasumber di program Tribun Motesa-tesa TribunPalu.com, Selasa (27/9/2022).

“Sebenarnya kalau tidak merasa, ya santai aja. Kan tidak ada asap kalau tidak ada api. Jadi kalau ada yang merasa terganggu dengan isu ini, makanya secara pribadi perlu menanyakan, ‘kenapa kau terganggu? Kau merasa?’ kalau merasa terganggu kita diskusi,” ujar Mardiman.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng itu menambahkan, pernyataan SBY disampaikan di forum tertutup, yaitu di acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, Kamis (15/9/2022).

Sehingga menurut Mardiman Sane, tidak ada alasan bagi pihak eksternal Partai Demokrat merasa tersinggung dengan pernyataan SBY.

“Itu dalam forum tertutup, diingatkan kepada kami anak-anaknya bahwa ada potensi kecurangan,” kata Mardiman Sane.

“Diingatkan kepada kami kader Partai Demokrat, warning nih, hati-hati Pemilu 2024 kalau tidak dijaga dengan benar, ini ada potensi kecurangan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY mengatakan ada tanda-tanda pemilihan umum (pemilu) 2024 tidak jujur dan adil.

Hal itu disampaikan SBY dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

SBY mengatakan dirinya terpaksa turun gunung menghadapai pemilu 2024 dikarenakan adanya tanda-tanda pemilu tidak jujur.

"Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapai pemilu 2024 mendatang. Saya mendengar mengetahui bahwa ada tanda-tanda pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dalam sebuah video yang beredar seperti dikutip Tribunnews.com, Jumat (16/9/2022).

Menurut SBY, ada yang menginginkan pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved