Viral Video Puan Cemberut Saat Bagikan Kaus,Pengamat:Gesturnya Masih Elite,Pengaruh ke Eletabilitas?

Viral di media sosial video Puan Maharani yang terlihat cemberut ketika membagikan kaus ke masyarakat, pengamat politik: gesturnya masih elite.

Editor: Imam Saputro
tangkap layar akun YouTube Metro TV News
Ketua DPR RI Puan Maharani membagikan kaos untuk warga di Bekasi. 

TRIBUNPALU.COM - Viral di media sosial video Puan Maharani yang terlihat cemberut ketika membagikan kaus ke masyarakat, pengamat politik: gesturnya masih elite.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengingatkan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani bahwa gestur seseorang di hadapan publik mempengaruhi persepsi publik terhadapnya.

Demikian juga saat Puan terlihat cemberut membagi-bagikan kaus kepada warga. 

"Ketika Mba Puan di-bully gara-gara wajahnya cemberut, tentu berpengaruh pada persepsi publik bahwa Mba Puan ini kurang murah senyum. Gesturnya masih elite. Itu adalah persepsi publik sebenarnya secara umum. Karena ini juga akan menjadi variabel penting yang akan membuat preferensi pilihan politik seseorang," ujar Adi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Video Puan yang cemberut saat membagikan kaus di tengah keramaian viral di media sosial. Ia bahkan terlihat melempar-lempar kaus kepada warga.

Menurut Adi, politik di Indonesia adalah bagaimana seorang elite menunjukkan persepsi dan komunikasi politik ke publik.

Pemilih di Indonesia, kata dia, lebih suka menilai seorang calon pemimpin dari tampilan dan personifikasinya.

Menurut dia, publik lebih suka dengan calon presiden yang sederhana, merakyat, dan murah senyum.

"Terlepas itu misalnya didesain, tetapi yang jelas tampilan ke publiknya, tampilan ke permukaannya itu adalah ya harus kelihatan humble," ujar dia.

Soal video tersebut, Adi menilai, publik kini melihat Puan sebagai sosok yang tidak murah senyum.

"Menurut saya memang harus jadi catatan penting dan PR bahwa seorang calon pemimpin di 2024 khususnya ya harus mereka yang kelihatan humble, sederhana, murah senyum dan itu yang disukai oleh publik," kata Adi.

Meski begitu, kata Adi, komentar pedas dari netizen kepada Puan tidak akan bertahan lama.

Apalagi, kata Adi, 65 persen masyarakat Indonesia berada di kondisi ekonomi kelas menengah ke bawah.

Mereka mungkin saja tidak melihat sesuatu yang terjadi di media sosial.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved