5 Cara Memilih Layanan Aplikasi E-Filing yang Mudah dan Terpercaya

e-filing merupakan layanan yang dikembangkan oleh DJP untuk melaporkan SPT Pajak Tahunan secara online, sehingga wajib pajak tidak perlu mengantri.

net
Ilustrasi pajak 

TRIBUNPALU.COM – Dahulu, pembayaran pajak biasa dilakukan dengan pergi langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Seiring perkembangan teknologi, pembayaran pajak bisa dilakukan di mana saja dengan menggunakan layanan e-filing.

Layanan pelaporan secara online ini dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk melaporkan surat pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan secara online, sehingga memudahkan dalam pelaporan pajak. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari sanksi akibat terlambat, lupa, atau tidak membayar pajak.

Dengan menggunakan layanan ini, pengguna tidak perlu datang secara langsung ke kantor. Selain itu, layanan ini juga menghindari risiko kehilangan bukti pembayaran karena sudah otomatis tersimpan secara online.

Pengguna hanya perlu memiliki perangkat yang terhubung ke internet untuk menggunakan layanan e-filing.

Apa itu e-filing?

e-filing merupakan layanan pelaporan SPT Pajak secara online dan realtime melalui situs resmi DJP atau bisa juga melalui application service provider (ASP) atau penyedia jasa aplikasi perpajakan (PJAP) yang menjadi mitra resmi dari DJP.

Dengan menggunakan layanan ini, wajib pajak dapat melaporkan SPT dengan lebih mudah dan cepat serta bisa dari mana saja dengan bantuan gadget yang terhubung ke internet.

Selain itu, layanan ini juga memiliki sifat realtime yang artinya pelaporan langsung tercatat saat itu juga di aplikasi.

Perbedaan e-filing dan e-form

Sebelumnya, masyarakat mengenal istilah e-form yang merupakan cara lain untuk melaporkan SPT Pajak Tahunan secara online.

Caranya cukup mudah. Pengguna hanya perlu mengunduh formulir SPT dan mengunggahnya kembali setelah sudah diisi dalam bentuk pdf ke halaman pelaporan SPT pada situs resmi DJP.

Sama-sama berbasis layanan pelaporan pajak, rupanya keduanya memiliki perbedaan yang bagi sebagian orang belum memahaminya. Berikut penjelasannya.

1. e-filing dilakukan secara realtime

Pelaporan SPT melalui layanan e-filing dilakukan secara realtime, di mana data akan langsung tercatat pada sistem DJP. Dengan begitu, untuk mengisinya, pengguna diharuskan menggunakan perangkat yang terhubung dengan jaringan internet.

Apabila pengguna mengalami kesalahan dalam mengisinya, hal ini masih bisa untuk diperbaiki, tetapi harus mengulang pengisian formulir dari awal.

2. e-form mengkombinasikan laporan secara offline dan online

Layanan e-form merupakan kombinasi pelaporan dengan cara offline dan online, di mana pengguna membutuhkan jaringan internet untuk mengunduh dan mengunggah kembali formulir SPT Pajak Tahunannya.

Sementara itu, untuk mengisi formulir tersebut, pengguna tidak memerlukan jaringan internet dan bisa di isi secara manual.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved