5 Cara Memilih Layanan Aplikasi E-Filing yang Mudah dan Terpercaya

e-filing merupakan layanan yang dikembangkan oleh DJP untuk melaporkan SPT Pajak Tahunan secara online, sehingga wajib pajak tidak perlu mengantri.

net
Ilustrasi pajak 

Langkah pertama adalah memastikan aplikasi e-filing merupakan lembaga yang telah ditunjuk oleh DJP sebagai mitra resmi pelaporan SPT sehingga bukti penerimaan elektronik (BPE) yang diterima akan sah di hadapan hukum.

Apabila memilih untuk melakukan pelaporan melalui aplikasi ASP, maka terlebih dahulu surat penunjukkan ASP tersebut ditunjukkan kepada DJP. Surat ini biasanya dilampirkan di dalam website aplikasi ASP.

2. Aplikasi e-filing berbasis website

Aplikasi e-Filing yang berbasis website, artinya pengoperasiannya harus menggunakan internet dimana BPE yang akan didapatkan akan tersimpan secara online juga. Hal ini tentunya lebih aman dan dapat meminimalisir BPE hilang atau terselip di suatu tempat.

Akan lebih aman lagi apabila aplikasi tersebut menyediakan fitur pengarsipan pajak sehingga akan memudahkan dalam pencarian saat membutuhkannya kembali. Salah satu aplikasi ini adalah Mekari KlikPajak.

3. Aplikasi e-filing memiliki fitur import data

Tidak semua aplikasi mempunyai fitur untuk meng-import data, padahal fitur ini sangat penting untuk memindahkan data dari e-SPT, aplikasi akuntansi bahkan sistem. Apabila aplikasi memiliki fitur import data, pengguna tidak perlu meng-input-nya secara manual sehingga akan sangat praktis.

4. Terintegrasi dengan fitur perpajakan lain

Pembayaran dan pelaporan pajak merupakan satu kesatuan sehingga aplikasi yang mendukung semua layanan sekaligus seperti penghitungan jumlah pajak, pembuatan ID Billing, pembayaran hingga pelaporan akan memudahkan penggunanya.

Hal ini dikarenakan pengguna tidak perlu berpindah-pindah aplikasi sehingga akan sangat efisien dan menghemat waktu. Tidak hanya itu saja, pengguna juga dapat melihat seluruh riwayat transaksi dalam satu aplikasi saja.

5. Memiliki berbagai macam fitur pelaporan jenis pajak

Layanan e-FIling bisa digunakan untuk membayar jenis-jenis pajak tertentu saja. Namun, aplikasi e-Filing yang baik bisa digunakan untuk membayar beberapa jenis pajak. Oleh karena itu, sebelum menggunakan, pastikan terlebih dahulu aplikasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan Anda.

Aplikasi e-Filing Klikpajak memiliki berbagai layanan pelaporan pajak termasuk SPT Masa PPh dan PPnBM lebih bayar beserta macam-macam status pembayarannya.

Apabila telat membayar pajak dan melaporkan SPT

Pajak merupakan kewajiban bagi setiap warga terhadap negaranya, maka dari itu, apabila terlambat membayar dan melaporkan SPT, maka akan dikenakan sanksi yang berupa denda.

Berikut adalah besaran denda yang akan dikenakan apabila wajib pajak telah dalam membayar pajak dan melaporkan SPT.

Apabila telat membayar pajak akan dikenakan denda sebesar dua persen per bulan sejak waktu pembayaran pajak yang seharusnya. Denda telat membayar pajak akan dihitung sejak jatuh tempo hingga waktu dibayarkannya pajak tersebut.

Wajib pajak pribadi akan dikenakan denda sebesar Rp 100.000 per SPT Masa Pajak, Wajib Pajak Badan akan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta per SPT Tahunan Pajak, sanksi administrasi SPT Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 500.000 per SPT Masa Pajak, dan sanksi administrasi SPT dengan masa lainnya sebesar Rp 100.000 per SPT Masa Pajak.

Aplikasi e-Filing Mekari KlikPajak merupakan aplikasi pelaporan SPT yang telah dipercaya oleh banyak perusahaan di Indonesia. Hal ini dikarenakan Klikpajak menjadi aplikasi mitra resmi DJP yang dapat digunakan untuk bertransaksi online terkait pajak secara aman.

Tidak hanya itu saja, aplikasi ini telah terintegrasi dengan fasilitas perpajakan lain, sehingga proses pembayaran dan pelaporan pajak dapat dilakukan dalam satu aplikasi saja. Dengan begitu, proses pembayaran dan pelaporan akan sangat efisien serta meminimalisir kesalahan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved