Ngaku Salah, Ferdy Sambo dan Putri Janji akan Jujur di Persidangan: Kami Sadar Ada Kekeliruan

Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi buka suara jelang persidangan.

Editor: Muh Ruliansyah
YouTube Kompas.com
Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi buka suara jelang persidangan. 

TRIBUNPALU.COM - Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi buka suara jelang persidangan.

Ferdy Sambo yang merupakan otak pembunuhan Brigadir J mengakui telah melakukan kesalahan.

Oleh karena itu, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi siap berbicara jujur saat menjalani proses persidangan.

Hal tersebut diungkapkan pengacara keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: NGOTOT Bela Ferdy Sambo, Pdt Gilbert Ramai Didoakan Netizen Agar Bertobat ke Jalan yang Benar

"Pesan Pak Ferdy Sambo dan Ibu Putri kurang lebihnya seperti ini, 'Kami menyadari ada kekeliruan yang pernah terjadi'," kata Arman Hanis.

Arman menuturkan baik Sambo maupun istrinya menyebut apa yang dilakukan keduanya akan terbuka pada persidangan nanti.

"Apa yang kami lakukan akan kami akui secara terbuka di persidangan," ujarnya.

Selain itu, Arman menuturkan Sambo dan Putri berharap agar proses hukum bisa berjalan secara objektif dan adil.

"Harapan kami hanya sederhana, semoga proses hukum berjalan secara objektif dan adil," ungkapnya.

Baca juga: RESPON Anggota DPR Lihat Nasib Anaknya di Kasus Ferdy Sambo, Ipda Arsyad Polisi Pertama Tiba di TKP

Sekadar informasi, Brigadir J tewas setelah ditembak di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Terkait itu, Timsus Polri sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam pusaran kasus pembunuhan Brigadir J.

Kelima orang itu adalah Irjen Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf.

Baca juga: Pelecehan Hanya Alibi! IPW Sebut Putri Candrawathi Ingin Ringankan Ancaman Hukuman Mati Ferdy Sambo

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP.

Sedangkan, Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Ketiganya mendapat ancaman hukuman lebih tinggi dari Bharada E, yakni hukuman maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.(*)


(Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved