Banggai Hari Ini

Gugus Tugas Reforma Agraria Diharapkan Dapat Tuntaskan Konflik Agraria di Banggai

Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai membangun sinergitas bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait reforma agraria.

Program ini digelar melalui Rapat Koordinasi (Rakor) dengan mengusung tema "membangun sinergi dan harmoni dalam pengembangan akses reforma yang produktif dan berkelanjutan".

Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili menyatakan, Rakor gugus tugas reforma agraria Kabupaten Banggai diharapkan dapat melahirkan gagasan serta sinergitas bersama visi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Tujuannya untuk membahas arah kebijakan dan penanganan reforma agraria di Kabupaten Banggai, khususnya singkronisasi program terkait penataan akses reforma. 

Baca juga: Pemprov Sulteng gandeng Cambridge University Press and Assessment Tingkatan Kapasitas Guru

Menurut Furqanuddin, Perpres Nomor 86 tahun 2018 bahwa reforma agraria sebagai penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan penataan akses untuk kemakmuran rakyat. 

Hal ini sejalan dengan strategi nasional pelaksanaan reforma agraria tahun 2015-2019 yang antara lain meliputi: 

penguatan kerangka regulasi dan penyelesaian konflik agraria, penataan penguasaan dan pemilikan tanah objek reforma agraria (tora), kepastian hukum dan legalisasi hak atas tora, dan pemberdayaan masyarakat pemanfaatan tora.

Sebagai wujud komitmen pemerintah, Perpres ini menjadi rujukan bagi pemerintah dalam melakukan redistribusi tanah, legalisasi tanah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Karena tentu maksud dan tujuan dibuatnya gugus tugas reforma agraria ini berarti ada persoalan-persoalan mendasar yang memang harus kita tangani secara bersama-sama", pungkasnya. 

Ia berharap dengan adanya Gugus Tugas Reforma Agraria ini dapat menyelesaikan satu per satu persoalan-persoalan agraria dengan baik dan memberikan kepastian dan kepuasan bagi masyarakat.

"Jangan sampai kita mewariskan kepada generasi mendatang tentang persoalan yang ada, apa yang bisa kita selesaikan saat ini, harus kita selesaikan secepatnya," harap Furqanuddin. (*)
 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved