Zumi Zola Kembali Diperiksa KPK Padahal Belum Sebulan Bebas, Terancam Dibui Lagi?

Pada 6 Desember 2018, Zumi Zola divonis enam tahun kerungan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Zumi Zola saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/11/2018) silam. 

TRIBUNPALU.COM - Artis sekaligus Mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola ternyata sudah bebas dari penjara.

Diketahui sebelumnya, Zumi Zola terjerat kasus penerimaan gratifikasi yang membuat dirinya dipenjara.

Pada 6 Desember 2018, Zumi Zola divonis enam tahun kerungan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Belum ada sebulan menghirup udara segar, artis sekaligus mantan pejabat Zumi Zola kembali diperiksa oleh KPK pada Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Arti Kata KDRT dalam Hubungan Suami Istri, Istilah Viral Setelah Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar

Masih sama seperti kasus sebelumnya, Zumi Zola diperiksa atas dugaan kasus suap.

Zumi Zola akan diperiksa kapasitasnya sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap pembahasan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI atas nama Zumi Zola, Gubernur Jambi periode 2016-2021," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa.

Belum diketahui apa yang akan digali tim penyidik KPK dari Zumi Zola.

Sebelumnya, KPK menyatakan tengah mengembangkan kasus dugaan suap pembahasan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018.

"Benar, KPK saat ini kembali mengembangkan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap dalam pembahasan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 dan 2018," kata Ali kepada Tribunnews.com, Selasa (20/09).

Seiring dengan pengembangan kasus yang sebelumnya telah menjerat eks Gubernur Jambi Zumi Zola puluhan anggota DPRD Jambi ini, KPK pun sudah menetapkan para pihak yang dijadikan tersangka.

Namun, pengumuman identitas para tersangka akan dilakukan pada saat proses penahanan.

"Dalam hal kronologi dugaan perbuatan pidana, siapa saja yang menjadi tersangka maupun sangkaan pasal segera kami akan sampaikan setelah proses penyidikan telah cukup," kata Ali.

Ali mengatakan, pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik di antaranya melalui pemanggilan berbagai pihak sebagai saksi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved