Sulteng Hari Ini

DPO Terakhir MIT Tewas, Polri Diminta Pertimbangkan Hentikan Operasi Madago Raya

Guru Besar Ilmu Filsafat UIN Datokarama Prof Lukman S Thahir meminta Polri mempertimbangkan untuk memberhentikan perpanjang operasi Madago Raya

Penulis: fandy ahmat | Editor: Salam Kerimov
HandOver
Guru Besar Ilmu Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Prof Lukman S Thahir meminta Polri mempertimbangkan untuk memberhentikan perpanjangan Operasi Madago Raya. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Guru Besar Ilmu Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Prof Lukman S Thahir meminta Polri mempertimbangkan untuk memberhentikan perpanjangan Operasi Madago Raya.

"Dengan peristiwa tertembak diduga anggota terakhir dari MIT Poso maka perpanjangan itu harus menjadi sinyal bagi Mabes Polri untuk menghentikan operasi Madago Raya," ujarnya, Minggu (2/10/2022).

Menurut Prof Lukman, usulan untuk mempertimbangkan menghentikan operasi sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan Sulawesi Tengah, yaitu memperlihatkan wajah daerah dengan penuh kedamaian.

Baca juga: Ketua Asprov PSSI Sulteng Minta Suporter Liga 3 dan Liga 2 Tidak Anarkis

Sehingga dalam upaya semacam itu tidak lagi membutuhkan pengerahan personel aparat Polri maupun TNI yang bersenjata lengkap di sekitar masyarakat. 

"Sekaligus memang indikator untuk memperlihatkan keberhasilan dari operasi itu adalah dengan cara menghentikan. Karena kalau tidak dihentikan orang-orang akan terus bertanya kapan selesai dan sejauh apa keberhasilan dari operasi itu," jelas Prof Lukman.

Akan tetapi, kata dia, aparat tidak bisa serta merta lepas tangan jika Operasi Madago Raya di Kabupaten Poso dan sekitarnya dihentikan.

Baca juga: Pisang Goreng Raja Palu Hadir dengan Aneka Rasa dan Toping

Aparat tidak boleh meninggalkan memori atau citra yang tidak mengesankan pada masyarakat pada tiga wilayah operasi.

Mantan Sekjen Alkhairaat itu menilai perlu dibentuk tim kecil untuk tetap memantau segala potensi aksi terorisme di Bumi Tadulako.

"Pemulihan kondisi sosial pascaoperasi sangat penting. Jangan sampai meninggalkan trauma, harus bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama operasi berlangsung seperti kasus salah tembak. Harus tetap dipantau jika memang potensi itu masih ada, akan tetapi bukan lagi dengan konsep operasi," tutur Prof Lukman.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved