Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Jokowi TEGAS Perintahkan PSSI Hentikan Liga 1, Desak Polri Usut Tuntas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan ratusan korban jiwa menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Editor: Muh Ruliansyah
Instagram/@jokowi
Presiden Jokowi memerintahkan Liga 1 musim 2022/2023 dihentikan sementara buntut insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

TRIBUNPALU.COM - Insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan ratusan korban jiwa menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Jokowi dengan tegas memerintahkan Liga 1 musim 2022/2023 dihentikan untuk sementara.

Seluruh pertandingan lanjutan Liga 1 akan ditunda hingga kasus di Stadion Kanjuruhan Malang diusut tuntas.

Kerusuhan Arema Vs Persebaya terjadi pada Sabtu, (1/10/2022) setelah pertandingan selesai atau sekitar pukul 22.10 WIB.

Dalam pertandingan itu, Arema FC sebagai tuan rumah kalah dari Persebaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Baca juga: Ricuh di Stadion Kanjuruhan Malang Jadi Tragedi Terbesar Kedua dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Sebagai Kepala Negara, Jokowi melalui Youtube resmi Sekretariat Presiden menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban.

Lebih lanjut, Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang dirawat agar mendapat pelayanan terbaik.

Sedangkan untuk Menpora, Kapolri dan Ketua Umum PSSI, Jokowi memerintahkan agar melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi itu meliputi pelaksanaan pertandingan sepak bola hingga prosedur pengamanan penyelenggaraannya.

Khusus kepada Kapolri, Jokowi meminta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini.

Terakhir, Jokowi memerintahkan PSSI agar menghentikan sementara Liga 1 2022.

"Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan" kata Jokowi Minggu, (2/10/2022).

"Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di Tanah Air" imbuhnya.

Jumlah Korban Bertambah

Sementara itu, jumlah korban akibat kerusuhan ini bertambah jadi 129 orang tewas setelah sebelumnya dilaporkan berjumlah 127 orang.

Update jumlah korban tewas ini seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto.

"Total ada 129 korban yang meninggal dunia," kata Dirmanto, Minggu (2/10/2022).

Perinciannya, 34 korban tewas di dalam stadion, dan sisanya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, rombongan tim dan pemain Persebaya sudah tiba di Surabaya pasca melakoni laga kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan.

Saat insiden Arema Vs Persebaya, rombongan tim Bajol Ijo sempat tertahan beberapa jam di Stadion Kanjuruhan.

"Tim sudah masuk Surabaya pukul 02.00 WIB. Rombongan diangkut dengan empat barracuda dari Stadion Kanjuruhan langsung ke Surabaya," kata Ram Surahman, Sekretaris tim Persebaya kepada SURYAMALANG.COMM, Minggu (2/10/2022).

Ram menyampaikan duka mendalam terhadap tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

"Turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan. Semoga para korban dimaafkan segala kesalahan," terangnya.(*)


(Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com)

Sumber: Surya Malang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved