Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Korban Selamat di Kanjuruhan Ungkap Pemicu Kericuhan, Diawali Oknum Suporter Datangi Pemain Arema

Salah satu korban selamat dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan mengungkap pemicu pecahnya kericuhan.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Salah satu korban selamat dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan mengungkap pemicu pecahnya kericuhan. 

TRIBUNPALU.COM - Salah satu korban selamat dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan mengungkap pemicu pecahnya kericuhan.

Seperti diketahui, kericuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Dalam insiden itu, setidaknya 130 orang dilaporkan meninggal dunia.

Namun, salah satu korban selamat insiden kerusuhan di Kanjuruhan memberikan kesaksian.

Baca juga: PT LIB Tidak Nurut Berujung Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Tiket Dicetak 42 Ribu Lembar

Sang korban memberikan kesaksian melalui postingan di akun Twitternya @RezqiWahyu_05.

Pemilik akun tersebut mengakui jika dirinya merupakan salah satu penonton di Stadion Kanjuruhan saat terjadi kerusuhan di laga Arema vs Persebaya.

Dirinya pun menceritakan kronologi kejadian kerusuhan penonton yang merangsek masuk ke dalam lapangan tersebut.

Menurutnya, awal mula kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi karena kekecewaan suporter akibat Arema kalah dengan skor 2-3 oleh Persebaya.

"Disini saya akan coba menceritakan kronologi insiden yang terjadi di kanjuruhan 1 oktober 2022. Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan) semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00," tutur akun @RezqiWahyu_05 dalam unggahannya, dikutip Warta Kota, Minggu (2/10/2022).

"Kick off dimulai dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan sedikitpun.. Yg ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain persebaya. Babak pertama selesai, dan saat jeda istirahat, ada sekitar 2-3 kali kericuhan sedikit di tribun 12-13, yang bisa segera diamankan oleh pihak berwenang."

"Babak ke-2 berlanjut dan tim persebaya berhasil mencetak gol.nya yang ke-3 Arema FC semakin tampil menyerang menggempur gawang Persebaya, tapi tidak ada gol yang tercipta. Semakin banyak serangan, semakin gemas juga kita sebagai supporter menontonnya. Hingga peluit ahir dibunyikan arema tidak bisa menambah golnya, dan harus menerima kekalahan. Disinilah awal mula tragedi dimulai...
Setelah peluit di bunyikan, para pemain arema tertunduk lesu dan kecewa."

Dia menuturkan, setelah peluit akhir itu pelatih dan manajer Arema mendekati tribun Timur dan menunjukkan gestur meminta maaf atas kekalahan Arema.

Namun berselang beberapa saat, ada oknum suporter dari arah tribun Selatan memasuki lapangan, dan mendekati beberapa dua pemain Arema.

Hal itu memancing suporter lainnya semakin banyak masuk ke lapangan dari berbagai arah tribun, sehingga membuat kondisi semakin ricuh.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved