Tragedi di Stadion Kanjuruhan

PT LIB Tidak Nurut Berujung Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Tiket Dicetak 42 Ribu Lembar

Menko Polhukam Mahfud MD menyayangkan tragedi Ricuh di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan ratusan korban jiwa.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Menko Polhukam Mahfud MD menyayangkan tragedi Ricuh di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan ratusan korban jiwa. 

“Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter,” katanya

Pemerintah kata Mahfud MD telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari waktu ke waktu.

Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini menurutnya, kerap kali memancing para suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba.

Atas tragedi tersebut, pemerintah kata Mahfud menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Ia berharap keluarga korban bersabar dan terus berkordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan.

“Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban,” kata Mahfud MD.

Kerusuhan dipicu kekecewaan Aremania pendukung Arema karena tim Singo Edan kalah dalam permain kandang dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Akibat kericuhan yang terjadi ratusan orang tewas.

Peristiwa kerusuhan bermula saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Arema vs Persebaya Surabaya.

Setelah pertandingan usai, para pemain lantas berlari menuju ruang ganti karena suporter dalam jumlah banyak merangsek masuk ke lapangan.

Melihat hal tersebut, para pemain Arema FC dan Persebaya tak sempat berbagi salam untuk penghormatan setelah pertandingan.

Lantas, pihak keamanan pun langsung mengamankan pemain.

Suporter yang turun ke lapangan berlari menuju ruang ganti untuk mengejar pemain.

Beberapa dari mereka juga melempari dengan benda-benda tumpul.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved