Sulteng Hari Ini

Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Bakal Laporkan Ijal Labatjo dan Hartati Terkait Pelanggaran UU ITE

Keduanya menuding, Ronny Tanusaputra dan mantan Kadis ESDM Sulteng Haris Kariming (almarhum) terlibat dalam pengaturan izin pertambangan.

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
handover
Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Ronny Tanusaputra (kemeja putih) berencana melaporkan Ijal Labatjo dan Hartati Hartono atas dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke Polda Sulteng. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Ronny Tanusaputra berencana melaporkan Ijal Labatjo dan Hartati Hartono atas dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke Polda Sulteng.

Laporan dugaan pencemaran nama baik itu atas pernyataan Ijal Labatjo dan Hartati Hartono terkait statment dan fitnah di sosial media dan grup pesan WhatsApp.

Keduanya menuding, Ronny Tanusaputra dan mantan Kadis ESDM Sulteng Haris Kariming (almarhum) terlibat dalam pengaturan izin pertambangan.

‘’Iya saya sendiri selaku korban akan membuat laporan ke penegak hukum. Bukti-bukti transmisi dan percakapan sosial elektronik di Facebook dan WhatsApp group sudah terpenuhi. Sudah dikaji penasehat hukum saya. Karena ini mesti korban langsung melapor maka saya akan datang,’’ ucap Ronny melalui pesan singkatnya.

“Sudah dikaji pokok laporannya. Kita mesti bijak dan belajar bermedia sosial yang benar. Setiap manusia memiliki harga diri tidak bisa dijastifikasi, diolok-olok di sosial media,” ujarnya menambahkan.

Rencananya, Ormas Relawan Merah Putih (RMP) akan melaporkan hari ini.

Baca juga: Berita Populer Sulteng: Laga Persipal Palu Vs Putra Delta Sidoarjo hingga Pisang Goreng Raja Palu

Tapi karena pelanggaran UU ITE mengharuskan korban melaporkan langsung, maka Ronny akan datang melapor ke Polda Sulteng.

Fitnah dan pencemaran baik pelanggaran itu bermula dari rekaman suara percakapan Ronny dan Haris Karimin beredar.

Berikut pesan singkat Ronny terkait pencemaran nama baiknya:

Melalui kuasa hukum, saya sudah klarifikasi mengenai rekaman saya dengan almarhum mantan Kadis ESDM Haris Kariming.

Saya tidak perlu membuka aib orang karena ajaran agama saya tidak memperbolehkan membuka aib orang di depan umum.

Segala kesalahan dan khilafan beliau sudah saya maafkan agar beliau dapat diterima di sisi Allah swt.

Yang harus saya tegaskan di sini bahwa semenjak saya di beri tugas dan tanggung jawab menjadi Tenaga Ahli Gubernur dan direktur utama anak perusahaan di bidang pertambangan banyak hal yang harus saya pelajari dan ketahui tentang caruk maruk pertambangan di Sulteng.

Maraknya IUP BACK DATE membuat peluang kepada semua pihak untuk berlomba-lomba mendapatkan IUP pertambangan.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved