Palu Hari Ini

Anggota Satpol PP Kota Palu Demo Minta Kabid Ketertiban Umum Dicopot

Belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Palu menggelar aksi demo menuntut Kepala Bidang Ketertiban Umum Irvan Suebo agar di cop

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Palu menggelar aksi demo menuntut Kepala Bidang Ketertiban Umum Irvan Suebo agar dicopot dari jabatannya. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Belasan anggota Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Palu menggelar aksi demo menuntut Kepala Bidang Ketertiban Umum Irvan Suebo agar dicopot dari jabatannya.

Aksi tersebut digelar di halaman kantor Wali Kota Palu, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selasa (4/10/2022) siang.

Salah seorang anggota Pol PP Kota Palu Hajar mengatakan, tuntutan pencopotan Irvan Suebo sebagai Kabid Ketertiban Umum dikarenakan yang bersangkutan sudah tidak sejalan dalam melaksanakan tugas Trantibum dan Tranmas.

Bahkan, sebelum aksi demo ini digelar, kerap kali terjadi gesekkan antara Irvan Suebo dengan anggota Pol PP Kota Palu yang bertugas dilapangan.

"Beberapa minggu terakhir beliau sudah ada gesekkan dengan anggota dilapangan, karena apa yang beliau ambil sudah tidak sejalan dengan apa yang kita kerjakan dilapangan," ujar Hajar.

Baca juga: KPU Goes To School, Sahran Raden: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga dengan Kinerja Terbaik

Lebih lanjut, Hajar menjelaskan, Irvan Suebo karap kali mengambil kebijakan tanpa melibatkan komandan pleton (Danton), komandan kompi (Danki) dan komandan regu (Danru).

Padahal, menurut Hajar, seharusnya jika ada perintah atau kebijakan perombakan dari atasan, harus sesuai struktural yang berlaku.

Akibatnya, banyak anggota dilapangan kebingungan karena secara tiba-tiba mendapatkan arahan bukan dari Danru, Danki maupun Danton.

Melainkan langsung dari Irvan Suebo.

"Kan ada strukturnya, jadi kalau beliau dari Pak Kasat langsung ke anggota, entah itu merombak suatu tatanan tapi tidak ada koordinasi, jadi anggota dilapangan bingung," ungkapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved