Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Presiden Hentikan Liga 1, 2, dan 3, Mahfud MD Ungkap Update Pengusutan Tragedi Kanjuruhan

Menko Polhukam Mahfud MD memberi penjelasan terkait update pengusutan kasus Tragedi Kanjuruhan.

Editor: Muh Ruliansyah
Kompas.com/Kristian Erdianto
Menko Polhukam Mahfud MD memberi penjelasan terkait update pengusutan kasus Tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menghentikan kompetisi sepakbola Liga 1, 2, dan 3.

Penghentian Liga 1, 2, dan 3 itu dilakukan Jokowi sebagai buntut Tragedi Kanjuruhan.

Jokowi menyatakan, Liga 1, 2, dan 3 dihentikan hingga persepakbolaan Indonesia bisa dinormalisasi.

Diketahui, penghentian sementara Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 itu merupakan imbas dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang memakan ratusan korban jiwa.

Baca juga: Benda Tak Wajar Ditemukan di Stadion Kanjuruhan, PSSI Sebut Tragedi Dipicu Kelalaian Panpel

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) yang juga Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Stadion Kanjuruhan Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, bentuk normalisasi itu akan bergantung pada hasil kerja TGIPF yang saat ini sedang berjalan.

"TGIPF ini juga menekankan dan disetujui oleh Menpora, bahwa semua kegiatan yang berpayung PSSI, terutama Liga 1, 2, dan 3 supaya dihentikan," ujar Mahfud dalam keterangan pers, Rabu (5/10/2022).

"(Dihentikan) Sampai Presiden menyatakan bisa dinormalisasi setelah tim ini menyampaikan rekomendasinya untuk seperti apa normalisasi itu harus dilanjutkan," kata dia.

Adapun TGIPF, kata Mahfud, akan bekerja dengan cepat menemukan fakta-fakta peristiwa Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu.

Ia menjelaskan, TGIPF akan bekerja lebih kurang dengan masa waktu dua minggu ke depan.

"Insya Allah tiga minggu tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Presiden, dan mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu," imbuh Mahfud.

Dia berharap TGIPF yang dia pimpin bisa segera menemukan akar masalah agar peristiwa kerusuhan sepak bola Indonesia tak terulang kembali.

Diketahui, tragedi Stadion Kanjurungan terjadi usai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) dengan hasil 2-3 untuk tuan rumah.

Sebanyak 131 nyawa melayang dalam peristiwa ini. Mayoritas korban jiwa meninggal akibat terinjak-injak dan sesak napas karena gas air mata.

Dua hari setelah peristiwa itu terjadi, Menko Polhukam membentuk TGIPF dengan anggota dari berbagai elemen, termasuk pegiat sepak bola untuk menangani tragedi ini.

Tim tersebut akan bekerja dengan masa waktu dua minggu sampai 1,5 bulan dengan anggota sebanyak 13 orang yang dipimpin langsung oleh Mahfud MD.(*)


(Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved