Breaking News:

Hasil Investigasi Washington Post:Polisi Tembak Lebih dari 40 Amunisi Saat Tragedi Kanjuruhan Malang

Salah satunya adalah investigasi yang dilakukan oleh media Amerika Serikat, Washington Post yang melansir laporannya terkait hasil investigasi.

Editor: Imam Saputro
Tribunnews.com/SURYA/PURWANTO
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNPALU.COM- Tragedi kematian ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang jadi sorotan media asing. 

Tragedi meninggalkan duka yang mendalam tak hanya bagi Indonesia namun juga seluruh dunia

Tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan dunia. Beberapa media asing telah melakukan investigasi.

Salah satunya adalah investigasi yang dilakukan oleh media Amerika Serikat, Washington Post yang melansir laporannya terkait hasil investigasi yang dilakukan.

Investigasi visual forensik didasarkan dari beberapa video yang beredar dan juga wawancara.

Tim forensik visual menunjukkan terjadi penembakan 40 lebih amunisi—termasuk gas air mata, flash bangs, dan suar oleh polisi di Stadion Kanjuruhan, Malang saat insiden terjadi.

 

Tembakan yang membabi-buta ke Tribun memicu serbuan besar-besaran penonton yang merangsek ke arah pintu keluar stadion yang sangat terbatas.

Tragedi Kanjuruhan telah menewaskan sedikitnya 130 orang.

Bagaimana tindakan polisi itu ditaksir menjadi penyebab banyaknya suporter yang jadi korban di stadion Kanjuruhan.

Rentetan tembakan amunisi gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Indonesia ke penggemar sepak bola memicu tragedi fatal di Malang akhir pekan lalu.

Insiden ini telah menewaskan sedikitnya 130 orang, menurut investigasi forensik dan laporan dari Washington Post.

Penembakan sedikitnya 40 amunisi ke arah kerumunan dalam rentang waktu hanya 10 menit.

Hal ini melanggar protokol nasional dan pedoman keamanan internasional untuk pertandingan sepak bola, memaksa suporter mengalir ke pintu keluar.

Dalam aturan FIFA, amunisi termasuk gas air mata, flash bang, dan flare adalah barang-barang haram dibawa apalagi digunakan di dalam Stadion.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved