Sigi Hari Ini

Satgas PPA Minta Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibuka di Polsek

Selama tiga tahun terakhir angka kekerasan seksual yang menimpa anak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah terus meningkat

Penulis: Moh Salam | Editor: Haqir Muhakir
apnarm.net.au
Ilustrasi kekerasan 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Selama tiga tahun terakhir angka kekerasan seksual yang menimpa anak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah terus meningkat.

Kasus kekerasan terhadap anak tersebut dalam bentuk Incest alias hubungan seksual sedarah serta perkosaan dengan pelaku orang terdekat lainnya.

Informasi diterima TribunPalu.com Kamis (6/10/2022), belum lama ini pada Bulan Agustus terjadi kasus Incest di Dusun Raranggonau Desa Pombewe dan Desa Sunju.

Kemudian Awal Oktober kasus perkosaan terjadi kepada anak oleh ayah tirinya di Desa Wisolo Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Kasus Perkosaan di Desa Wisolo itu dilaporkan kepada Lembaga Layanan Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST).

Divisi Pendampingan KPKP-ST yang diwakili oleh staff pendampingan melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Perempuan dan Anak (Satgas PPA Kabupaten Sigi.

"Kami langsung mengambil tindakan melakukan penjangkauan dan pendampingan sehari setelah mendapat laporan tepatnya hari Senin, 3 Oktober 2022," kata Ketua Yayasan KPKP-ST Soraya Sultan.

Dia mengatakan, Gerak dan respon cepat berbagai pihak atas kasus kekerasan terhadap anak perlu diapreasi khususnya terhadap Bidan Desa dan Pemerintah Desa Wisolo yang dengan cepat mengambil tindakan yang tepat untuk melakukan penanganan dengan menghubungi lembaga layanan.

“Bidan Desa mengambil tindakan melaporkan kepada kami karena memang Satgas PPA Desa Wisolo belum terbentuk, dan inilah adalah bentuk kerja-kerja jaringan yang dimulai dari level Desa semua harus perduli dan terlibat karena intergrasi layanan pengaduan seperti ini sangatlah penting sebagai upaya dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Soraya.

Ketua Yayasan KPKP-ST menyebutkan, Kasus Kekerasan terhadap anak di Desa Wisolo akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan proses hukum hingga dipengadilan.

"Tentu saja kami bekerjasama dengan SATGAS PPA Kabupaten Sigi dan lembaga layanan lainnya untuk memberikan dukungan psikososial sesuai dengan kebutuhan korban dan keluarga," sebut wanita kerap disapa Aya tersebut.

Sementara itu Ketua Satgas PPA Kabupaten Sigi Salma Masri menuturkan, Akses pelayanan pengaduan khususnya kepada anak korban Kekerasan Seksual harus cepat, mudah dan tepat terkhusus di tingkat pelayanan kepolisian tingkat paling bawah yakni Polsek.

Menurutnya Layanan pelaporan pada tingkat Polsek merupakan layanan pengaduan level paling bawah dan terdekat untuk diakses oleh masyarakat khususnya Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

"Mengapa Polsek harus siap dan bersedia menerima laporan korban kekerasan khususnya kepada perempuan dan anak karena kondisi geografis wilayah Kabupaten Sigi yang cukup luas dan sulit membuat korban kekerasan tidak semuanya mudah mengakses layanan di UPPA Polres. Kondisi ini menjadi alarm bagi pihak institusi Kepolisian sudah semestinya layanan UPPA juga harus disediakan sampai di tingkat Polsek," tuturnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved