Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Akhirnya Polri Ungkap Kronologi Tragedi Kanjuruhan, 11 Gas Air Mata Ditembakan ke Tribun Penonton

Polri akhirnya mengungkap kronologi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 suporter Arema FC.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Polri akhirnya mengungkap kronologi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 suporter Arema FC. 

TRIBUNPALU.COM - Polri akhirnya mengungkap kronologi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 suporter Arema FC.

Kronologi Tragedi Kanjuruhan disampaikan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tragedi Kanjuruhan berawal ketika panitia pelaksana mengajukan izin pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 pukul 20.00, sejak 12 September 2022, ke Polres Malang.

Polres Malang kemudian menanggapi surat dari panitia pelaksana, dan mengirimkan surat permintaan resmi untuk mengubah jadwal pelaksanaan menjadi pukul 15.30 WIB, dengan pertimbangan faktor keamanan.

"Namun demikian permintaan ditolak PT LIB, dengan alasan apabila waktunya bergeser, tentunya ada pertimbangan terkait masalah penayangan langsung, ekonomi, dan sebagainya."

Baca juga: Terungkap Peran 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Salah Satunya Beri Perintah Tembak Gas Air Mata

"Yang mengakibatkan dampak yang bisa memunculkan penalti dan ganti rugi," ungkap Listyo dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

Kemudian, lanjut Listyo, Polres Malang melakukan persiapan pengamanan, dengan menggelar berbagai macam rapat koordinasi, dan menambah jumlah personel untuk pengamanan.

"Dari yang semula 1.073 personel menjadi 2.034 personel."

"Kemudian disepakati dalam rapat koordinasi, khusus untuk suporter yang hadir hanya dari suporter Aremania," tuturnya.

Saat dimulai hingga selesai, pertandingan berjalan lancar. Namun, saat itu Arema FC menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, sehingga sejumlah suporter memasuki lapangan.

Saat itu, polisi yang bertugas melakukan pengamanan terhadap ofisial dan pemain Persebaya, dengan menaikkan ke kendaraan taktis Barakuda sebanyak 4 unit, termasuk kiper Arema FC.

Namun, suporter makin banyak yang turun ke lapangan, hingga dilakukan penembakan gas air mata, agar suporter yang turun ke lapangan tidak bertambah.

Listyo mengungkapkan, tembakan gas air mata dilepaskan oleh 11 personel.

Rinciannya, tujuh tembakan ke tribun selatan, satu tembakan ke tribun utara, dan tiga tembakan ke lapangan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved