Operasi Madago Raya

Operasi Madago Raya Dilanjutkan Meski DPO Terosis Poso Habis, Ini Alasan Polda Sulteng

Meski Daftar Pencarian Orang (DPO) MIT Poso sudah ditumpaskan, namun Operasi Satgas Madago Raya tetap dilanjutkan.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi memperlihatkan foto DPO teroris Poso saat konferensi pers di Mako Polres Parimo, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Meski Daftar Pencarian Orang (DPO) MIT Poso sudah ditumpaskan, namun Operasi Satgas Madago Raya tetap dilanjutkan.

Seperti diketahui Satgas Madago Raya berhasil menembak mati DPO Askar alias Pak Guru, pada Kamis (29/9/2022).

Penembakan DPO terakhir itu terjadi di wilayah Pegunungan KM 13, Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, meski telah berhasil menumpaskan sisa DPO MIT Poso.

Namum operasi Satgas Madago Raya akan tetap dilanjutkan dan memasuki tahan ke empat.

Baca juga: Pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah dan NRC Hasilkan 2 Kesepakatan

Didik menjelaskan, akan ada sejumlah perubahan dalam Operasi Madago Raya tersebut.

Mulai dari pengurangan jumlah pasukan personel, maupun skema operasi di lapangan.

"Dulu operasi dengan penegakan hukum, namun sekarang lebih ke pemeliharaan keamanan," ujar Didik, Selasa (4/10/2022).

Didik juga mengatakan, dengan dilajutkannya Ops Satga Madago Raya, diharapkan dapat lebih memberikan rasa aman masyarakat.

Sehingga masyarakat bisa beraktifitas kembali dengan rasa aman dan tenang.

Selain itu untuk mengantisipasi adanya simpatisan, agar tidak melakukan tindakan intoleran.

"Intinya operasi yang dilakukan yakni untuk memelihara kemanan dan ketertiban masyarakat, bukan operasi dengan tindakan hukum," tutur Didik. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved