Palu Hari Ini

Dulu Jadi Kawasan Kumuh, Lorong Jl Gunung Bosa Palu Kini Jadi Kawasan Kuliner

Dulunya kawasan Jl Gunung Bosa merupakan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama General Manager PLN Unit Induk Wilayah Suluttenggo Johanes Avilla Ari Dartomo meresmikan kawasan kuliner di Jl Gunung Bosa, Kelurahan Lolu Utara, Palu Timur, Kamis (20/10/2022) pagi. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama General Manager PLN Unit Induk Wilayah Suluttenggo Johanes Avilla Ari Dartomo meresmikan kawasan kuliner di Jl Gunung Bosa, Kelurahan Lolu Utara, Palu Timur, Kamis (20/10/2022) pagi.

Hadianto Rasyid menyebutkan, dulunya kawasan Jl Gunung Bosa merupakan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat.

Kemudian dikepemimpinannya diubah menjadi kawasan jajanan kuliner baru bagi masyarakat.

Hal ini dilakukannya sebagai upaya membuat Kota Palu terlihat lebih bersih, rapih dan indah.

"Tadinya kawasan ini tempat pembuangan sampah. Jadi Jl gunung Bosa ini salah satu tempat pembuangan yang aromanya cukup menyengat," ujar Hadianto Rasyid.

Baca juga: Hampir Rampung, Lapak PKL Jl Gunung Bosa Jadi Spot Kuliner Baru di Kota Palu

Ia menuturkan, bantuan perlengkapan bagi UMKM di kawasan jajanan kuliner ini oleh PLN Suluttenggo sangat membantu dan meringankan warga.

Terlebih, paska gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi masyarakat sulit.

"Peresmian kali ini juga sejalan dengan program pemerintah Kota Palu yaitu penguatan UMKM. Oleh karena itu dengan adanya bantuan container booth ini oleh PLN tentunya membuat pedagang sangat terbantukan," tuturnya.

Selain di Jl Gunung Bosa, Hadianto Rasyid juga berencana merubah beberapa kawasan kumuh lainnya menjadi wisata kuliner.

Tidak tanggung-tanggung, Ia akan menghadirkan 100 lapak bagi pelaku UMKM secara gratis.

Adapaun kawasan yang dimaksud ialah : Jl Nangka, Jl Jodjokodi, Jl Pemuda, dan Jl TIK Palu.

"Rencana inj juga merupakan upaya untuk menertibkan kawasan, lapak, atau pedagang kita yang memiliki kondisi yang kurang ideal. Insya Allah tahun depan terealisasi," papar Ketua Hanura Sulteng tersebut.

"Memang lapak ini kita berikan secara gratis, dan mungkin pengelolaan kebersihannya, tapi diawal kita akan dorong UMKM untuk memantapkan posisinya ditengah pasar agar bisa menjaga keberlangsungkan usaha mereka, dan tidak melakukan pungutan kebersihan diawal," ujarnya menambahkan.

Terakhir, Hadianto Rasyid berpesan kepada para pedagang, agar kawasan ini dijaga kebersihannya dan keamanannya.

Jikalau ada kesulitan yang dihadapi pedagang, Ia meminta agar segera melapor kepada lurah, camat maupun kepadanya.

"Jangan ragu-ragu untuk menyampaikan kepada pemerintah, agar jangan sampai tiba-tiba langsung entah kemana. Jika ada kendala kita akan carikan solusinya," tutur Hadianto Rasyid.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved