Sulteng Hari Ini

Gelar Rakor, Kadis Cikasda Sulteng Bahas Soal Rencana Alokasi Air Irigasi Gumbasa

Plt Kadis Cikasda Sulteng membuka Rakor komisi irigasi provinsi dan kabupaten serta rencana alokasi air daerah irigasi gumbasa.

Editor: Putri Safitri
handover
Plt Kadis Cikasda Sulteng membuka Rakor komisi irigasi provinsi dan kabupaten serta rencana alokasi air daerah irigasi gumbasa. 

TRIBUNPALU.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Kadis Cikasda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Andi Ruly Djanggola, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) komisi irigasi provinsi dan kabupaten, untuk membahas rencana alokasi air daerah irigasi gumbasa.

Bertempat di Nagaya Fishing and Resto, Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, Kamis (20/10/2022).

Rapat tersebut dilaksanakan guna membahas rencana tata kelola air dan permasalahan pelanggaran oleh masyarakat yang membangun bangunan di atas ruang sempadan irigasi, sehingga realisasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan sekunder mendapat hambatan untuk percepatannya.

Kemudian, jadwal penutupan air untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bending gumbasa dan peningkatan rehabilitasi saluran tersier pada luas layanan fungsional 890 Ha.

Dalam sambutannya Kadis Cikasda Sulteng Ruly membahas soal irigasi gumbasa.

“Pekerjaan rehab irigasi gumbasa di ruas bangunan GKn1-7 akan berakhir kontrak pekerjaannya pada akhir bulan maret 2023 oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, sehingga perlu dilakukan penutupan air di pintu intake bendung selama 4 bulan kedepan. Sehingga perlu diatur jadwal tanam dan alokasi air agar tidak terjadi konflik dilapangan,” ungkap Ruly.

Rapat Koordinasi ini juga menindaklanjuti program kementerian pertanian karena akan dilaksanakannya kegiatan penangkaran benih padi sawah seluas 10 Ha di desa Kalawara oleh Kementrian Pertanian pada periode Musim Tanam 3 tanggal 21 Oktober 2022 hingga Januari 2023.

Rapat Koordinasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan dilaksanakan melalui pertemuan khusus pengamat irigasi, Kepala Desa, dan oknum pemilik bangunan sekaligus meninjau di TKP, lalu hasilnya akan disampaikan kepada BWSS III.

Kemudian pelaksanaan rehabilitasi bendung tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan catatan air hanya tersedia dan dialirkan ke saluran induk sebesar 400 liter/detik untuk melayani kebutuhan air di lahan budidaya padi sawah seluas 120 Ha di Desa Kalawara. Selain itu ada pula lahan sawah seluas 770 Ha di desa Pandere, Desa Kalawara, Desa Lambara, Desa Sibalaya untuk dimanfaatkan untuk penanaman Palawija pada periode Oktober 2022 hingga Januari 2023.

Selanjutnya untuk merespon adanya alih fungsi lahan sawah paska bencana alam di daerah irigasi Gumbasa, akan dilakukan review terhadap Perda Kabupaten Sigi tentang perlindungan lahan pertanian dan pangan berkelanjutan.

Rapat Koordinasi tersebut dihadiri beberapa unsur muspida kabupaten sigi dan muspika gumbasa antara lain Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sigi, Perwakilan BWSS III, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kepala Satker TPOP, Camat Gumbasa, Lurah Gumbasa, Babinsa Gumbasa, Babinkamtibmas Gumbasa dan Ketua Gabungan Petani Pemakai Air Irigasi Gumbasa.(*)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved