KETAHUAN Terlibat Perang Rusia Vs Ukraina, Kini Iran Dijatuhi Sanksi oleh Inggris dan Uni Eropa

Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa Iran terlibat dalam perang Rusia di Ukraina. Iran kini dijatuhi sanksi oleh Inggris dan Uni Eropa.

Editor: Putri Safitri
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, saat pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan gencar besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia. 

TRIBUNPALU.COM - Iran dikabarkan terlibat dalam konflik Rusia vs Ukraina.

Akbiat keterlibatannya itu, Iran kini dijatuhi sanksi oleh Inggris dan Uni Eropa.

Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa Iran terlibat dalam perang Rusia di Ukraina hingga pejabat pro-Moskow 'mengevakuasi' warga dari Kherson.

Diketahui hingga hari ini, Jumat (21/10/2022), perang Rusia vs Ukraina telah berlangsung selama 240 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Invasi ini juga disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Konflik antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini masih berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.

Bahkan, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung hingga beberapa tahun lamanya.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-240 perang Rusia dengan Ukraina:

- Gedung Putih Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa Iran telah secara signifikan memperdalam keterlibatannya dalam invasi Rusia ke Ukraina.

Keterlibatan Iran ini yakni dengan memberikan dukungan teknis bagi pilot Rusia yang menerbangkan drone buatan Iran untuk mengebom sasaran sipil.

Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan pada hari Kamis (20/10/2022), itu adalah pemahaman AS bahwa penasihat Iran berada di Krimea untuk memberikan pelatihan dan pemeliharaan.

Namun, lanjutnya, tidak untuk benar-benar mengemudikan drone setelah pasukan Rusia mengalami kesulitan dalam mengoperasikan bom terbang tak berawak.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved