Liga 1

Bukan KLB, Persib Bandung Desak PSSI Beri Kepastian Terkait Hal Ini: Sangat Penting

Salah satu klub raksasa Liga 1, Persib Bandung belum berpikir untuk mendesak PSSI melakukan KLB.

Editor: Muh Ruliansyah
tribunnews.com/majid
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono mengatakan Persib Bandung belum berpikir mendesak PSSI untuk menggelar KLB. 

TRIBUNPALU.COM - Desakan PSSI menggelar Kongres Luar Biasa atau KLB terus bermunculan.

Desakan PSSI menggelar KLB mencuat usai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Namun, salah satu klub raksasa Liga 1, Persib Bandung belum berpikir untuk mendesak PSSI melakukan KLB.

Persib Bandung justru lebih fokus pada kelanjutan Liga 1 2022-2023 yang terhenti menyusul tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Presiden FIFA dan Ketum PSSI Main Bola Bareng, Vino G Bastian Gusar: Mending ke Rumah Korban

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono menjelaskan, menyadari bahwa dampak dari terhentinya kompetisi, membuat industri sepak bola Indonesia sedang menghadapi situasi yang pelik.

Desakan PSSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT. Liga Indonesia Baru, mulai bermunculan setelah tragedi Kanjuruhan dari beberapa pemilik suara yang notabene adalah peserta PSSI.

Tuntutan untuk segera digelarnya KLB PSSI dan RUPS PT. LIB pun telah disuarakan oleh Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan teranyar PSIS Semarang, dengan tujuan menuntut kejelasan kelanjutan kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 yang sempat ditunda.

Baca juga: Iwan Bule Tak Muncul saat Presiden FIFA Disambut di Istana, Jokowi: PSSI Nanti Urusannya

"Persib menjalankan perannya sebagai salah satu dari 88 voters sesuai agenda keorganisasian, dimana publikasi berkaitan dengan hal ini bukan menjadi fokus utama kami," ujarnya di Graha Persib, Selasa (25/10/2022).

Teddy pun menyadari bahwa dampak dari terhentinya kompetisi, membuat industri sepakbola Indonesia sedang menghadapi situasi yang pelik.

Namun pihaknya meminta bahwa, terhentinya kompetisi sepak bola hingga berjalan proses hukum dampak tragedi Kanjuruhan, Malang harus bisa dipilah dan dipisahkan sesuai dengan proporsinya masing-masing, untuk menyelesaikan hal-hal tersebut.

Baca juga: Jangan Sampai Ada Tragedi Kanjuruhan Jilid II! Pesan FIFA untuk PSSI Buntut Kerusuhan Aremania

Ia menegaskan, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan, namun menurutnya kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 harus segera ada kejelasan.

“Harus bisa memisahkan dan memilah, bahwa proses hukum yang sedang berjalan tetap harus kita hormati, tapi juga kita berharap segera ada kepastian terkait kompetisi Liga 1. Bagi Persib jadwal ulang dan kepastian kompetisi menjadi sangat penting,” ucapnya.

Diharapkan dengan adanya pemisahan dan pemilahan itu, semua aspek dan komponen industri sepakbola bisa berjalan secara bersamaan.

Teddy menambahkan jika kelanjutan Liga 1 musim 2022/2023 mempunyai dampak yang sangat penting bagi berbagai sektor.

Baca juga: Jokowi Angkat Bicara, Shin Tae-yong Ancam Mundur Jika Iwan Bule Letakkan Jabatan Ketum PSSI

Oleh karena itu, situasi terhentinya kompetisi tidak boleh berlarut-larut.

Sebab, banyak pihak yang terdampak, tidak hanya tim yang sulit merumuskan perencanaan dan program, namun ada berbagai stakeholder terkait lainnya, termasuk para pelaku usaha kecil yang juga tergantung kepada kompetisi tersebut.

“Harus ada suatu kepastian dari pihak pemangku kepentingan yang pada akhirnya kita sebagai klub sepakbola menginginkan liga segera dimulai dengan jadwal yang pasti terkait kelanjutan kompetisi liga 1 ini,” katanya.(*)


(Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved