OPINI

OPINI: Aktualisasi Nilai Kepahlawanan di Era Milenial

Semangat nasionalisme yang terus dikobarkan para pejuang akhirnya mampu merealisasikan cita-cita rakyat, yaitu proklamasi kemerdekaan yang terjadi pad

Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Mohammad Syafri, Penulis Opini 

Oleh: Mohammad Syafri, Penulis Opini

PERWUJUDAN ciri makhluk sosial dalam diri manusia tercermin melalui perilaku interaksi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Proses interaksi yang terjalin antar manusia di suatu wilayah tertentu dalam kurun waktu yang lama akan membentuk kelompok masyarakat dengan kesamaan ras, budaya, pandangan, dan cita-cita.

Adanya persamaan diantara masyarakat kemudian mendorong mereka mengikatkan diri untuk hidup bersama dalam sebuah kelompok yang lebih besar yaitu Bangsa.

Seiring dengan pertambahan jumlah masyarakat, kebutuhan hidup juga akan semakin kompleks.

Kondisi ini sangat memungkinkan menimbulkan konflik yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa.

Olehnya itu, diperlukan adanya suatu alat yang memiliki kekuasaan legitimasi dari masyarakat untuk mengatur dan menertibkan hubungan-hubungan dalam masyarakat. Alat kekuasaan tersebut merupakan penjelmaan dari sebuah Negara.

Proses terbentuknya suatu negara memiliki beragam cara, negara dapat dibentuk melalui proses yang mudah.

Akan tetapi, suatu negara juga dapat terbentuk melalui proses yang rumit. Indonesia merupakan salah satu negara yang memperoleh kemerdekaan dengan jerih payah serta tumpahan darah.

Kemerdekaan yang diraih Indonesia tentunya tak akan pernah terwujud tanpa adanya sosok pejuang yang rela mengorbankan pikiran, harta, bahkan nyawa sekalipun.

Masa kolonialisme di Indonesia bermula dari kedatangan Bangsa Belanda pada tahun 1602. Kedatangan Bangsa Belanda dilatarbelakangi oleh kepentingan untuk mencari rempah-rempah.

Penduduk Indonesia menerima Bangsa Belanda dengan baik serta memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan aktivitas perdagangan.

Sifat ramah yang ditunjukan para penduduk lokal kemudian dimanfaatkan Bangsa Belanda untuk memonopoli perdagangan rempah di Indonesia.

Melalui pembentukan persekutuan dagang yang diberi nama VOC, Bangsa Belanda mampu meraup keuntungan yang besar dari hasil penjarahan rempah-rempah milik penduduk Indonesia.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved