Senator Sulteng Meninggal

Sebelum Meninggal, Habib Shaleh Punya Pesan Terakhir untuk ART: Tetap Jaga Amanah Rakyat

Pria kelahiran 17 September 1979 itu bahkan menganggap Habib Shaleh bin Muhammad Aljufri sebagai sosok orangtuanya.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
facebook
 Senator Sulteng Abdul Rachman Thaha menilai Habib Shaleh bin Muhammad Aljufri adalah sosok panutan baginya. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Senator Sulteng Abdul Rachman Thaha menilai Habib Shaleh bin Muhammad Aljufri adalah sosok panutan baginya.

Pria kelahiran 17 September 1979 itu bahkan menganggap Habib Shaleh bin Muhammad Aljufri sebagai sosok orangtuanya.

"Almarhum tokoh agama panutan bagi warga Sulawesi tengah karena beliau kita ketahui turun temurun dari seorang kakeknya adalah pejuang agama, tentunya beliau banyak mendidik saya dan selalu memberikan saran dan pesan terhadap diri saya termasuk menitipkan Al-Akhairat untuk tetap diperjuangkan sehingga tetap eksis," ujar Abdul Rachman Thaha via WhatsApp, Jumat (11/11/2022).

Pria yang tenar dengan akronim ART itu menilai rekan sekantornya di DPD RI tersebut memiliki pendirian dan sikap yang tegas di setiap rapat.

"Saya sangat merasa kehilangan. Tentunya kita semua kembalikan kepada Allah SWT persoalan ajal kita. Beliau orang yang sangat baik, pesan terakhir beliau untuk diri saya adalah kelak engkau jadi pemimpin di Sulteng adinda, ingat apa yang telah Guru Tua letakkan di Sulteng tolong teruskan dan tetap jaga amanah rakyat," jelas Abdul Rachman Thaha.

Baca juga: Karangan Bunga Mulai Berdatangan di Rumah Duka Habib Shaleh di Kota Palu

Anggota DPD RI Habib Saleh Bin Muhammad Aljufri meninggal dunia, Jumat (11/11/2022).

Sebelum meninggal, Habib Shaleh bin Muhammad Aljufri telah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Gatot Subroto sejak 10 November karena sakit.

Habib Shaleh bin Muhammad Aljufri  adalah seorang politikus independen Indonesia yang saat ini sedang menjabat sebagai Senator Republik Indonesia atau anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Habib Saleh mulai menjabat sebagai anggota DPD RI setelah ia mencalonkan diri pada Pemilihan umum legislatif Indonesia 2009 daerah pemilihan Sulawesi Tengah.

Ia berhasil mendapat sebanyak 78,303 suara, berada di urutan keempat sebagai calon yang berhasil lolos sebagai Senator dari Sulawesi Tengah, di bawah tiga calon lain yang mendapatkan suara tertinggi.

Selain sebagai seorang Senator, Saleh merupakan Ketua Pengurus Besar Alkhairaat sejak tahun 1980.

Ia juga merupakan adik dari Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat, dan Habib Sayyid Ali bin Muhammad Aljufri, Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat.

Ketiganya merupakan cucu dari Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, pendiri Alkhairaat, dari anaknya yang bernama Sayyid Muhammad bin Idrus al-Jufri.

Habib Saleh lahir di Kota Palu pada tanggal 7 Februari 1967.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Sesepuh Alkhairaat Habib Ali Minta Warga Sulteng Pilih Sosok Pemimpin Ini

Ayahnya, Habib Sayyid Muhammad bin Idrus al-Jufri, merupakan Ketua Utama Alkhairaat periode 1969–1974 menggantikan kakeknya, Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, yang wafat pada tanggal 22 Desember 1969.

Sepeninggal ayahnya pada tahun 1974, jabatan Ketua Utama Alkhairaat kemudian digantikan oleh kakak laki-laki tertuanya, Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri.

Selain itu, kakak laki-laki yang lainnya, Habib Sayyid Ali bin Muhammad Aljufri, menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat.

Selain itu, Habib Ali juga merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tengah sejak 2014 hingga sekarang.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved