Kanselir Jerman Sampai Beri Peringatan, Hubungan NATO dan Rusia Makin Memanas!

Hubungan Rusia dan NATO dilaporkan semakin memanas. Hal itu setelah terjadinya insiden rudal Ukraina yang meledak di Polandia beberapa waktu lalu.

Editor: Muh Ruliansyah
DW
Kanselir Jerman Olaf Scholz. 

TRIBUNPALU.COM - Hubungan Rusia dan NATO dilaporkan semakin memanas.

Hal itu setelah terjadinya insiden rudal Ukraina yang meledak di Polandia beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Polandia adalah salah satu anggota NATO.

Barat harus melakukan yang terbaik untuk mencegah eskalasi antara Rusia dan NATO.

Baca juga: Tidak Percaya pada Putin, Presiden Ukraina Tegas Menolak Gencatan Senjata dengan Rusia

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan pernyataan itu pada hari Sabtu, sambil menekankan keyakinannya bahwa Ukraina perlu terus menyediakan senjata untuk melawan Rusia.

Diberitakan Rusia Today, Olaf Scholz berbicara di sebuah konferensi Partai Sosial Demokrat di kota Friedrichshafen, Jerman selatan.

Olaf Scholz mengklaim bahwa banyak orang "takut, dan memiliki alasan untuk itu."

Sambil berjanji untuk terus mendukung Ukraina secara militer, dia mencatat bahwa negara-negara Barat harus “khawatir bahwa tidak ada eskalasi yang dapat menyebabkan perang antara Rusia dan NATO.”

“Penting untuk bertindak hati-hati dan tegas pada saat yang sama,” tambahnya.

Komentar Scholz datang setelah bulan lalu dia memperingatkan agar tidak mengambil "langkah ceroboh" di tengah konflik Ukraina.

“Tidak boleh ada konflik langsung antara Rusia dan NATO,” tegasnya saat itu.

Dengan hubungan antara Barat dan Rusia yang telah mencapai titik terendah baru setelah Moskow memulai operasi militernya di Ukraina, kekhawatiran akan bentrokan langsung antara Rusia dan NATO baru-baru ini dipicu oleh pendaratan rudal di sebuah desa Polandia dekat perbatasan Ukraina.

Tak lama setelah kejadian itu, Kementerian Luar Negeri Polandia mengklaim bahwa proyektil itu “buatan Rusia.”

Belakangan, otoritas negara memberi isyarat bahwa mereka dapat menggunakan Pasal 4 Perjanjian NATO, yang memungkinkan setiap anggota blok untuk meminta konsultasi jika yakin bahwa keamanannya terancam.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved