Kehabisan Senjata, Rusia Disebut Tembakkan Rudal Tua Tanpa Peledak ke Ukraina

Konflik dengan Ukraina masih berlanjut, namun Rusia malah kehabisan senjata. Rusia bahkan melucuti hulu ledak nuklirnya dari rudal jelajah tua.

Editor: Putri Safitri
BBC
Momen peluncuran Rudal Balistik Antar Benua RS-28 Sarmat milik Rusia yang dijuluki 'Satan 2', Rabu (20/4/2022). Konflik dengan Ukraina masih berlanjut, namun Rusia malah kehabisan senjata. Rusia bahkan melucuti hulu ledak nuklirnya dari rudal jelajah tua. 

TRIBUNPALU.COM - Konflik dengan Ukraina masih berlanjut, namun Rusia malah kehabisan Senjata.

Rusia bahkan melucuti hulu ledak nuklirnya dari Rudal jelajah tua, kemudian menembakkan Rudal tanpa hulu ledak nuklir tersebut ke Ukraina karena stok Moskwa habis.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Inggris melalui pembaruan informasi intelijennya di Twitter, Sabtu (26/11/2022).

Kementerian Pertahanan Inggris mengambil bukti dari gambar Rudal jelajah AS-15 Kent yang ditembak jatuh di Ukraina.

Dilansir dari Independent, kementerian menuturkan bahwa peluru kendali (Rudal) tersebut dirancang pada 1980-an sebagai sistem pengiriman nuklir.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, hulu ledak nuklir dari Rudal tersebut mungkin telah diganti dengan pemberat.

Kementerian tersebut menduga, Kremlin berharap Rudal itu akan mengganggu sistem pertahanan udara Ukraina.

“Meskipun sistem seperti itu masih akan menghasilkan beberapa kerusakan melalui energi kinetik Rudal dan bahan bakar yang tidak terpakai, itu tidak mungkin mencapai efek yang dapat diandalkan terhadap target yang dituju,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.

“Apa pun maksud Rusia, improvisasi ini menyoroti tingkat penipisan stok Rudal jarak jauh Rusia,” sambung Kementerian Pertahanan Inggris.

Sejak Rusia menghantam infrastuktur energi Ukraina, Kyiv secara bertahap memulihkan listrik, dibantu oleh tersambungnya lagi empat pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu.

Akan tetapi, jutaan orang di Ukraina masih hidup tanpa pemanas atau listrik akibat serangan-serangan jarak jauh Rusia.

Zelensky kritik pejabat Ukraina

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat mengkritik Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, karena tak melakukan pekerjaan dengan baik dalam mendirikan tempat penampungan darurat bagi penduduk.

Setelah menghancurkan serangan Rudal Rusia terhadap sistem pembangkit listrik, Ukraina telah membangun ribuan tempat penampungan darurat.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved